“Kindness in words creates confidence, Kindness in thinking creates profoundness, Kindness in giving creates love” – Lao Tzu
BARISAN.CO – Pendidikan bertujuan mengoptimalkan segala kodrat dan potensi anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya untuk menghadirkan keselamatan dan kesejahteraan, bagi dirinya secara individu, maupun sebagai bagian dari anggota masyarakat.
Bagian penting dalam proses Pendidikan dan pengajaran adalah interaksi dan komunikasi dengan peserta didik. Melalui interaksi dan komunikasi yang positif, peserta didik akan mampu mengoptimalkan kemampuan belajarnya secara optimal, mudah menjadi pembelajar sesuai karakteristik dan kemampuan dirinya.
Otak dan pengaruhnya terhadap perkembangan anak
Otak anak berkembang pesat sejak usia lahir hingga tiga tahun. Perkembangan otak mempengaruhi semua area pertumbuhan anak. Ada empat bidang utama perkembangan diri anak: motorik (fisik), bahasa dan komunikasi, sosial dan emosional, dan kognitif.
Perkembangan otak merupakan bagian dari perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif menggambarkan bagaimana kecerdasan anak tumbuh, dan mencakup keterampilan berpikir, belajar, dan memecahkan masalah. Keterampilan ini mempengaruhi semua bidang perkembangan lainnya.
Dengan perkembangan otak yang baik, tentu daya belajar anak menjadi baik; pertambahan kosa katanya, kemampuan mengindera, kemampuan mengidentifikasi, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan berpikir linier.
Tiga tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting untuk belajar dan berkembang. Banyak orang tua bertanya bagaimana mereka dapat membantu perkembangan otak anak mereka.
Cara terbaik adalah dengan melibatkan anak Anda secara aktif melalui kegiatan sehari-hari seperti bermain, membaca, dan berada di sana ketika dia merasa stres. Kemudian hal penting lainhya dalam membantu tumbuh kembang otak anak adalah pujian. Memberikan pujian bagi anak sebagai “booster” kemampuan dan daya belajar.
Meningkatkan daya belajar
Hal-hal yang menjadi “booster” anak untuk meningkatkan daya belajar
1. Bermain
Bermain adalah cara yang bagus untuk membantu perkembangan otak bayi atau balita. Di sisi lain bermain adalah stimulus kemampuan dan daya belajar peserta didik. Bermain bisa berupa permainan, berbicara atau bernyanyi untuk melibatkan otak anak Anda secara aktif. “Ci luk baa” dan memegang mainan untuk menonton membantu otak anak berkembang.
Bicaralah dengan anak-anakda tentang apa yang Anda lakukan. Belajar sambil menyanyikan lagu dengan gerakan, permainan sosio drama, mewarnai, dan membangun bangunan balok untuk melatih kecerdasan spasial dan logika. Melalui permainan akan menumbuhkan imajinasi dan kreativitas belajar anak-anak.
2. Kenyamanan
Anak sejak bayi bisa merasakan stres. Sentuhan, pegangan dan pelukan Ibu akan membuat anak merasa nyaman dan menghilangkan rasa stress pada bayi Anda. Biarkan dia tahu bahwa Anda ada untuk menghibur dan membantu mereka ketika mereka merasa stress.
Studi menunjukkan bahwa perawatan yang responsif, penuh kasih, dan suportif membantu anak menangani stres lebih baik daripada jika perawatan tidak konsisten. Begitupun dalam kegiatan belajar di sekolah. Rasa nyaman akan menstimulus konsentrasi dan daya belajar lebih baik.
3. Kegiatan Membaca
Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan perkembangan otak anak dan daya belajar. Bahkan sebelum dia dapat mengenali huruf atau kata, mendengarkan cerita yang dibacakan membantu meningkatkan keterampilan bahasa dan komunikasi. Mendengar kata-kata dan melihat gambar, menghubungkan keduanya dalam pikiran seorang anak.
Mengulangi buku yang sama semakin membangun pengenalan antara kata-kata yang Anda ucapkan dan gambar di halaman. Saat seorang anak tumbuh, minta dia untuk menunjuk ke gambar tertentu di halaman, seperti “Di mana burungnya?”, “Ada berapa bola berwarna merah?”
4. Pujian
Pujian adalah ketika Anda memberi tahu anak Anda bahwa Anda menyukai apa yang mereka lakukan atau bagaimana mereka berperilaku – misalnya, “wah kamu hebat, bisa memakai sepatu sedniri”, “Kakak baik sekali, sudah membantu Ibu membereskan buku dan alat tulis”.
Dengan menggunakan pujian, Anda menunjukkan kepada anak Anda cara berpikir dan berbicara secara positif tentang diri mereka sendiri. Anda membantu anak Anda belajar bagaimana mengenali ketika mereka melakukannya dengan baik dan merasa bangga pada diri mereka sendiri.
5. Memberikan pujian yang efektif
Agar pujian menjadi “booster” bagi anak-anak, lakukan secara spesifik: guru atau orang tua harus menemukan bukti dari aktifitas anak yang konkret dan dapat diamati. Di sekolah dapat dari catatan inferensi capaian belajar mereka, juga dapat mencakup bukti tambahan, seperti hasil siswa dan catatan siswa.
Selaras: Pujian dapat disejajarkan dengan langkah tindakan yang telah dikuasai sebelumnya atau dapat meletakkan dasar untuk langkah tindakan berikutnya. Keselarasan pujian dengan Tindakan yang ditangkap akan membuat dampak kuat daya belajar anak di hari-hari berikutnya.
Relevan: Ini menggambarkan dampak yang akan ditimbulkan oleh gerakan guru atau orang tua terhadap anak. Kemudian relevan juga menunjukkan validitas pujian karena tidak dibuat-buat atau dikarang-karang agar anak merasa senang.
Pujian setelah teguran; ini adalah proses di mana saat anak-anak melakukan pelanggaran atau kesalahan. Guru dan orang tua dapat memberikan teguran yang diakhiri motivasi untuk berubah. Sisipan pujian di akhir percakapan akan membantu anak membangun kepercayaan dirinya dan memperbaiki kesalahannya secara bermartabat dan penuh antusias.
Mari kita bangun dan kuatkan “booster” daya belajar anak-anak kita!







