Scroll untuk baca artikel
Blog

CREATE Moments Gelar Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi

Redaksi
×

CREATE Moments Gelar Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi

Sebarkan artikel ini

CREATE Moments: Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi, Anti Kekerasan, dan Keberagaman dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat umum

BARISAN.CO – Konsorsium Creative Youth for Tolerance (CREATE) menyelenggarakan “CREATE Moments: Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi, Anti Kekerasan, dan Keberagaman,” pada 1-4 Desember 2022, di Museum Nasional, Jakarta.

Pameran ini adalah puncak dari pameran-pameran sebelumnya yang sudah diselenggarakan secara serentak di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan pada September 2022.

Hal ini merupakan kontribusi untuk Tahun Toleransi 2022, Hari Toleransi Internasional 16 November 2022, Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember 2022, dan 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/Anti Kekerasan Berbasis Gender (25 November – 10 Desember).

Board Yayasan Hivos, Dewi Suralaga mengatakan mengedukasi orang muda mengenai toleransi dan perdamaian menjadi hal yang menantang bagi para orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat sipil terutama dalam konteks pandemic dan konteks politik elektoral yang kerap penuh dengan kebencian, disinformasi dan kekerasan.

“Namun, menyaksikan bagaimana para siswa SMA, Madrasah Aliyah dan sederajat belajar mengelola perbedaan dan berkolaborasi satu sama lain membuat saya percaya bahwa ada masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang dan bagi bangsa ini, ” ujarnya, Kamis (1/12/2022).

Populasi orang muda usia 17–24 dan 24-39 tahun akan memenuhi 54% dari total 190 juta pemilik hak suara pada Pemilu 2024, sehingga sangatlah penting untuk mengedukasi dan menyebarkan pesan-pesan toleransi dan perdamaian di antara orang muda, terutama jelang Pemilu 2024.

Pada pameran “CREATE Moments” di Jakarta kali ini, sebanyak 41 karya seni berupa instalasi, lukisan, kolase, cerita foto hingga drama pementasan yang dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat akan ditampilkan untuk publik.

Karya-karya seni tersebut dibuat oleh 49 siswa baik secara individu atau kolaboratif yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Timur yang mengangkat isu seputar toleransi, keberagaman, kesetaraan gender dan inklusi sosial.

 Kepala Pokja Ketahanan Budaya Kemenristekdikti RI mewakili Direktur Jenderal Kebudayaan Kemenristekdikti RI, Binsar Simanulang menyampaikan program CREATE melalui pendekatan seni dan inovatif, telah berupaya membangun karakter siswa, menghargai perbedaaan, saling toleransi antar umat bangsa.

“Apa yang dilakukan CREATE sejalan dengan rencana strategis pengarusutamaan kebudayaan melalui pendidikan,” jelas Binsar.

CREATE Moments telah menjadi ruang untuk mengapresiasi karya seni yang dihasilkan oleh para seniman muda dari SMA dan sederajat.

Melalui pameran ini, siswa sebagai seniman muda diajak untuk merefleksikan diri mereka dalam menyikapi isu intoleransi di lingkungan terdekatnya untuk kemudian disalurkan melalui pendekatan seni dan budaya. CREATE Moments juga menjadi tempat bagi para penggemar seni serta masyarakat umum untuk menyaksikan dan terlibat dalam lingkar seni Indonesia yang semakin berkembang dan mempromosikan kebebasan berekspresi dan perdamaian.

Sementara itu, Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen mengatakan selama tiga tahun terakhir, USAID melalui program CREATE telah bermitra dengan sekolah-sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan toleransi di antara anak-anak muda melalui seni.

“Saya ikut bangga melihat bagaimana anak-anak muda mengekspresikan betapa toleran dan damainya masyarakat Indonesia secara luar biasa. Kami percaya bahwa tercapainya masyarakat yang damai dan toleran adalah tanggung jawab bersama dan bahwa setiap manusia dapat hidup dengan bebas dan bermartabat dalam masyarakat yang beragam,” terangnya.

Jeff berharap anak-anak muda ini terus menyosialisasikan pesan toleransi kepada semua orang di Indonesia.

Sejak 2020, CREATE menggunakan pendekatan seni-budaya untuk meningkatkan toleransi di lingkungan sekolah. Setelah 3 tahun, CREATE menjangkau 194 SMA dan Madrasah, 23 di antaranya mendapatkan pendampingan program intensif di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kurator pameran CREATE, Angga Wijaya menjelaskan para siswa sekolah menengah atas diajak untuk mengunjungi tempat yang belum pernah dikenali sebelumnya seperti komunitas yang termarjinalkan dan rumah ibadah tertentu.

“Mereka merefleksikan persoalan tersebut melalui beragam media seni seperti fotografi, tari, kabaret, drama musikal, puisi, komik, poster, lukisan, dan seni instalasi mix media. Melalui pengalaman berproses di CREATE, para siswa menjadi dapat memahami keberagaman dan nilai-nilai kesetaraan,” terangnya.

Selain menampilkan beragam karya seni yang dibuat oleh siswa sebagai seniman muda, pameran ini juga memaparkan temuan-temuan kunci untuk lebih memahami nilai-nilai toleransi di sekolah.

Sebab sudah sepatutnya institusi pendidikan menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi semua warga dan lingkungan sekolah. Begitu pula dengan seni sebagai praktik kreatif, sudah seharusnya dapat menyalurkan gagasan kritis agar lebih bermakna dan membawa perubahan.

“CREATE Moments: Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi, Anti Kekerasan, dan Keberagaman” dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat umum. Selain dilaksanakan secara luring, pameran ini juga dilaksanakan secara virtual. Pameran virtual CREATE bisa diakses secara gratis oleh masyarakat umum mulai tanggal 1-10 Desember 2022. [Luk]