Metode ini hanya membutuhkan waktu selama 20 detik untuk membuat mata kita menjadi lebih rileks
BARISAN.CO – Sering mengalami mata lelah karena terlalu intens menatap layar komputer? Atau terlalu lama menatap layar ponsel dalam ruangan gelap? Biasanya pandangan akan menjadi tidak nyaman, maka waspadalah karena itu sudah masuk kategori stress mata. Tidak hanya pada ruangan gelap, pada prinsipnya terlalu lama menatap jarak objek yang sama akan mudah menimbulkan mata lelah.
Terkait ponsel tentu gejala ini akan lebih banyak dirasakan oleh masyarakat kita. Hal ini bisa kita lihat pada masifnya aktivitas masyarakat ketika menggunakan ponsel pintar saat ini. Hasil riset dari data.ai menunjukkan, warga Indonesia menjadi orang nomer 1 di dunia sebagai masyarakat yang kecanduan scrolling handphone alias kecanduan gadget.
Dalam riset berjudul “State of Mobile 2023” ini terlihat, masyarakat Indonesia menghabiskan waktu lebih dari 5 jam untuk scroll-scroll handphone.
Wajar bila orang Indonesia akan lebih banyak mengalami mata lelah sebab aktivitas ponselnya. Tentu hal ini bukan hal sepele, akan sangat mengganggu bila tidak segera tertangani.
Picu sakit kepala
American Academy of Ophthamology dari Amerika Serikat mengatakan bahwa melihat perangkat digital sebenarnya tidak merusak mata. Akan tetapi, lama-lama hal ini bisa menimbulkan ketegangan dan gejala yang mengganggu pengelihatan. Manusia biasanya berkedip selama 15 kali tiap menitnya.
Namun, saat menatap ke layar gadget maka jumlah kedipan akan turun. Kedipan mata bisa berkurang hingga setengah atau 3 kali lipatnya.
Kondisi inilah yang menyebabkan mata cepat lelah karena dipaksa bekerja fokus menatap layar tanpa banyak berkedip. Ketegangan mata yang disebabkan oleh melihat layar gadget terlalu lama disebut dengan computer vision syndrome (CVS).
Pada sebuah studi dalam Nepalese Journal of Ophthamology tahun 2013, para peneliti menguji penggunaan komputer dan efeknya terhadap mata para mahasiswa di Malaysia. Hasilnya, hampir 90 persen dari 795 mahasiswa memiliki gejala CVS.
Dari berbagai gejala CVS, yang paling banyak dialami adalah sakit kepala. Gejala ini paling sering ditemukan setelah peserta menggunakan komputer selama dua jam.
Namun secara prinsip penyebabnya adalah kakunya otot retina yang bekerja saat kita sedang melihat. Kekakuan tersebut berasal dari tidak segera beralihnya aktivitas pandang mata kita pada satu objek lihat saja. Maka perlu merilekskannya, dengan cara berkebalikan dari jarak pandang objeknya.
Selain sakit kepala, mata lelah karena aktivitas terlalu lama menatap layar gadget bisa berakibat nyeri pada sekitar leher dan bahu. Tentu area mata akan mendapat gangguan yang lebih dahulu seperti mata kering, mata berair, penglihatan kabur, bahkan bisa sampai pada sulit membuka mata. Akvititas otak juga terkenda dampaknya dengan sulit berkonsentrasi.
Rileksasi sederhana mata lelah
Seperti halnya lelah,, maka hal yang pasti harus dilakukan adalah beristirahat. Dan istirahatnya mata adalah dengan mengendurkan otot tegang akibat kakunya setelah terlalu lama menatap satu objek (gadget). Ini adalah trik rileksasi sederhana yang bisa dilakukan setiap orang dan murah serta bermanfaat besar untuk kesehatan kita terutama bagian mata. Adalah 20 20 20. Apa itu?
Setiap 20 menit di depan layar gadget, istirahatkan mata selama 20 detik dengan mengalihkan pandangan dari layar gadget ke objek yang berjarak minimal 20 kaki (6 meter) dari tempat kita. Itulah arti dari metode 20-20-20.
Melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (6 meter) tidak perlu kita ukur. Kuncinya adalah dengan istirahatkan mata untuk fokus pada sesuatu yang jauh dari tempat kita.
Sebagai contoh, kita bisa mencoba melihat pohon di luar jendela atau melihat objek benda yang sangat jauh dari posisi kita. Hal ini bisa membantu cegah mata lelah dan kering. Mata juga bisa kembali melihat dengan lebih fokus. Ketika melihat objek yang jauh maka otot retina kita akan tertarik dengan mencoba fokus pada pandangan yang dimaksud. Dengan menariknya, otot yang sebelumnya kaku bisa kembali rileks.
Metode ini hanya membutuhkan waktu selama 20 detik untuk membuat mata kita menjadi lebih rileks. Saat mengistirahatkan mata, ada baiknya kita sambil berdiri dari tempat duduk dan sedikit bergerak atau berpindah.
Selama 20 menit di depan layar, biasanya mata akan semakin menegang saat melihat layar. Maka itu, setiap 20 menit mata seharusnya diistirahatkan agar tidak cepat lelah dan supaya kita bisa mencegah gangguan mata.
Teknik 20-20-20 dirancang oleh ahli kacamata asal California, Jeffrey Anshel. Cara ini dikembangkan pada tahun 1990-an untuk membantu meringankan gejala ketegangan mata akibat menatap layar digital terlalu lama.
Lelah mata atau mata lelah itu sendiri sudah menjadi alarm alami tubuh untuk segera menyelesaikan permasalahannya. Jangan sampai organ tubuh kita terforsir atas keegoisan kita sehingga mengakibatkan gangguan mata yang lebih serius seperti rabun. Mata rabun salah satu penyebabnya karena terlalu intens menatap layar gadget dalam waktu yang lama dan jarak yang dekat.
Sayangi tubuh kita, menjadi cara sederhana mensyukuri nikmat sehat.





