Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

7 Nilai Kemanusiaan untuk Anak, Tanamkan Sejak Dini

Redaksi
×

7 Nilai Kemanusiaan untuk Anak, Tanamkan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
nilai kemanusiaan
Ilustrasi foto/Pexels.com

Penanaman nilai kemanusiaan yang ditanamkan pada anak-anak merupakan investasi dalam pembentukan karakter yang berkelanjutan.

BARISAN.CO – Orang tua memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, terlebih lagi pendikan akhlak. Begitu juga dengan penanaman nilai kemanusiaan kepada anak.

Tanggung jawab orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan bagi anak sangat krusial untuk membentuk karakter anak yang peduli dan berempati.

Penanaman nilai kemanusiaan bagi anak tercermin pada teladan kedua orang tua. Model perilaku positif, seperti menunjukkan empati, toleransi, dan kejujuran, dapat memberikan contoh yang kuat untuk dicontoh oleh anak-anak.

Dengan melihat orang tua sebagai role model yang mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan, anak-anak akan lebih cenderung memahami dan mengadopsi sikap-sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Selain itu, komunikasi terbuka dan aktif antara orang tua dan anak juga merupakan aspek penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan. Orang tua perlu berbicara dengan anak-anak mereka secara terus terang tentang arti dan pentingnya empati, toleransi, kejujuran, dan solidaritas.

Penanaman nilai kemanusiaan yang ditanamkan pada anak-anak merupakan investasi dalam pembentukan karakter yang berkelanjutan.

Berikut ini nilai-nilai kemanusiaan yang patut ditanamkan orang tua kepada anak dikutip dari buku Tanya Jawab Seputar Keluarga Sakinah:

  1. Silaturahmi

Yakni memberikan nilai tentang rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia, lebih khusus lagi kepada saudara, kerabat, hadal taulan, tetangga dan seterusnya. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 12).

Rasulullah Saw bersabda:

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ، ذَرْهَ

Artinya: “Beribadahlah pada Allah Swt dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara.” (HR. Bukhari).

  1. Persaudaraan

Persaudaraan atau ukhuwah yaitu semangat persaudaraan lebih-lebih antara sesama kaum beriman atau yang disebut juga dengan ukhuwah Islamiyah. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surah Al-Hujurat ayat 10:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

  1. Persamaan

Persamaan atau al-musawah yaitu pandangan bahwa semua manusia sama, tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan maupun kesukuan. Manusia hanyalah dalam pandangan Allah Swt semata, sebagaimana Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13).

  1. Keadilan

Adil merupakan wawasan yang seimbang atau balanced dalam memandang, menilai atau menyikapi sesuatu. Sikap kepada sesuatu atau seseorang yang dilakukan hanya setelah mempertimbangkan segala segi tentang sesuatu secara jujur dan seimbang.

Allah Swt berfirman: .

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8).

  1. Rendah Hati

Rendah hati atau tawadhu adalah sikap yang tumbuh karena keinsafan bahwa segala kemuliaan hanya milik Allah Swt. maka tidak sepantasnya manusia mengklaim dirinya paling mulia. Allah Swt berfirman dalam surah Fatir ayat 10:

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيْهِ يَصْعَدُ ٱلْكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلْعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرْفَعُهُۥ ۚ وَٱلَّذِينَ يَمْكُرُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۖ وَمَكْرُ أُو۟لَٰٓئِكَ هُوَ يَبُورُ

Artinya: “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur.” (QS. Fatir: 10).

  1. Dapat dipercaya

Dapat dipercaya merupakan salah satu sifat Rasul atau yang dikenal dengan Al-Amanah. Sikap amanah merupakan perilaku budi luhur yang merupakan lawan dari sifat khianat. Allah Swt berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 27).

  1. Dermawan

Dermawan atau al-munfiqun yaitu sikap kaum yang beriman yang memiliki kesediaan yang besar untuk menolong sesama manusia, terutama mereka yang membutuhkan dan kurang beruntung. Allah Swt berfirman:

اَلصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ

Artinya: “(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS. Ali-Imran: 17).[]