Scroll untuk baca artikel
Religi

5 Hadis Tentang Cinta Kepada Allah yang Menggetarkan Hati dan Menuntun Jiwa

×

5 Hadis Tentang Cinta Kepada Allah yang Menggetarkan Hati dan Menuntun Jiwa

Sebarkan artikel ini
Hadis cinta kepada Allah
Ilustrasi

Pernahkah kamu merasa kosong meski semua impian duniawi telah tercapai? Mungkin hatimu sedang merindukan satu cinta yang paling hakiki cinta kepada Allah.

BARISAN.CO – Dalam kehidupan yang penuh gejolak ini, manusia sering kali mencari cinta dari sesama, dari dunia, dari pencapaian materi. Namun, ada satu cinta yang tak pernah mengecewakan, tak pernah meninggalkan, dan selalu menyembuhkan: cinta kepada Allah SWT.

Cinta kepada Allah adalah fondasi keimanan. Ia bukan hanya rasa, tetapi kekuatan spiritual yang mengarahkan hati menuju ketenangan sejati. Dalam Islam, Rasulullah SAW telah mewariskan banyak hadis yang menggambarkan betapa agung dan pentingnya mencintai Allah.

Berikut ini adalah 5 hadis pilihan tentang cinta kepada Allah, lengkap dengan penjelasan maknanya, yang bisa menjadi bahan renungan sekaligus motivasi ruhani.

1. Cinta kepada Allah Itu Harus Diikuti dengan Tindakan

اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali-Imran: 31)

Ayat ini adalah fondasi utama cinta kepada Allah. Tidak cukup hanya mengaku cinta, kita harus membuktikannya dengan mengikuti Rasulullah SAW.

Itulah jalan untuk mendapatkan cinta dan ampunan Allah. Sunnah Rasul adalah cerminan hidup yang dicintai oleh Allah.

Tindakan kecil seperti shalat tepat waktu, menjaga akhlak, dan membaca Al-Qur’an setiap hari adalah bentuk nyata cinta kita kepada Allah.

2. Cinta Allah Membawa Cinta Langit dan Bumi

إذا أحب الله تعالى العبد، نادى جبريل: إن الله تعالى يحب فلانا، فأحْبِبْهُ، فيحبه جبريل، فينادي في أهل السماء: إن الله يحب فلاناً، فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القَبُولُ في الأرضِ». وفي رواية لمسلم: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ اللهَ تعالى إذا أحب عبدًا دعا جبريل، فقال: إني أحب فلانا فَأَحْبِبْهُ، فيحبه جبريل، ثم ينادي في السماء، فيقول: إن الله يحب فلاناً فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القَبُولُ في الأرضِ، وإذا أبغض عبدا دعا جبريل، فيقول: إني أبغض فلاناً فأبغضه. فيبغضه جبريل، ثم ينادي في أهل السماء: إن الله يبغض فلاناً فأبغضوه، ثم تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأرض

“Jika Allah Swt mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril, “Sesungguhnya Allah -Ta’ālā- mencintai si fulan, maka cintailah si fulan itu.” Jibril pun lalu mencintainya. Selanjutnya ia berseru di tengah-tengah para penghuni langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah oleh kalian semua si fulan.” Para penghuni langit pun mencintainya. Setelah itu, si fulan itu pun diterima (dicintai) orang di bumi. Di dalam riwayat Muslim disebutkan, Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya Allah -Ta’ālā- apabila mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, “Sesungguhnya Aku mencintai si fulan, maka cintailah ia.” Jibril pun mencintainya dan menyeru di langit. Ia berkata, “Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah oleh kalian semua si fulan itu.” Orang itu pun dicintai oleh para penghuni langit. Setelah itu, si fulan itu pun diterima (dicintai) orang di bumi. Jika Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman, “Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah engkau kepadanya.” Jibril pun membencinya lalu berseru di tengah-tengah penghuni langit, “Sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah kalian kepadanya.” Mereka pun membencinya. Selanjutnya kebencian kepadanya diletakkan di bumi.” (HR. Murrafaq ‘alaih}

Hadis ini luar biasa indah. Saat Allah mencintai kita, bukan hanya malaikat, bahkan seluruh makhluk di langit akan mencintai kita.

Efek dari cinta Allah tidak hanya spiritual tapi juga sosial—kita akan dicintai, dihormati, dan dimuliakan manusia dengan cara yang tak bisa direkayasa.

3. Tanda Cinta Itu Sabar dan Ridha atas Takdir-Nya

إن عِظَمَ الجزاءِ مع عِظَمِ البلاءِ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رَضِيَ فله الرِضا، ومن سَخِطَ فله السُّخْطُ

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia pasti menguji mereka; siapa yang rida maka baginya keridaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah).” (HR. Tirmidzi)

Cinta sejati selalu diuji. Maka Allah pun menguji cinta hamba-Nya lewat cobaan. Ketika kita menerima takdir dengan ikhlas dan sabar, itulah saat cinta kita kepada Allah sedang tumbuh dan diuji untuk naik tingkat.

Ketika kehilangan, gagal, atau dikhianati, ucapkan: “Hasbunallah wa ni’mal wakil.” Maka Allah akan mengganti dengan cinta-Nya yang lebih besar.

4. Prioritaskan Cinta Allah Melebihi Segalanya

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

Dari Anas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari Muslim)

Ini adalah parameter keimanan. Jika hati kita masih lebih terpaut pada kekasih, keluarga, harta, jabatan daripada pada Allah, maka kita belum sampai pada cinta yang hakiki.

Cinta kepada Allah membuat kita kuat untuk meninggalkan dosa, menolak yang haram, dan memilih jalan yang Allah ridhoi meski berat.

5. Hadis Qudsi: Aku Menjadi Pendengaran dan Penglihatan Hamba-Ku

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ. وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيْذَنَّهُ» رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘slaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan baginya. Hamba-Ku senantiasa mendekat diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.’” (HR. Bukhari)

Bayangkan, ketika Allah mencintai seorang hamba, seluruh indera dan langkahnya dipandu oleh Allah sendiri. Inilah maqam spiritual tertinggi. Segala tindakannya menjadi ibadah. Hidupnya menjadi cahaya.

Itulah buah cinta yang tulus. Kita bukan hanya merasa dekat dengan Allah, tapi benar-benar dibimbing langsung oleh-Nya.

Cinta Ilahi, Cinta yang Menghidupkan Jiwa

Cinta kepada Allah bukan sekadar kata, tapi perbuatan dan pengorbanan. Hadis-hadis ini mengajak kita untuk naik ke tingkatan ruhani yang lebih tinggi mencintai Allah dalam suka dan duka, dalam sunyi maupun ramai.

Di zaman yang semakin gersang spiritualitas ini, cinta kepada Allah adalah oase kehidupan. Ia menyembuhkan luka, memberi arah, dan menghadirkan kebahagiaan yang tak bisa diberikan dunia.

Sudahkah kamu menumbuhkan cinta kepada Allah hari ini?
Mulailah dengan satu langkah kecil: menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, atau berzikir di sela kesibukan.
Lalu bagikan artikel ini agar lebih banyak hati yang kembali kepada cinta yang hakiki.

Doa Memohon Cinta kepada Allah

اللّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amal yang bisa mengantarkanku pada cinta-Mu.” (HR. Tirmidzi). []