Scroll untuk baca artikel
Berita

Lukman Hakim: Aglomerasi Solo Raya Berpotensi Dicapai dengan Penguatan Sektor Jasa

×

Lukman Hakim: Aglomerasi Solo Raya Berpotensi Dicapai dengan Penguatan Sektor Jasa

Sebarkan artikel ini
Outlook Ekonomi Soloraya 2026 lukman
Outlook Ekonomi Soloraya 2026/Edited Foto: Yant Subiyanto/ai

Struktur ekonomi Solo Raya bergeser. Saat pertanian melemah dan manufaktur tak stabil, sektor jasa justru melesat dan jadi tumpuan baru.

BARISAN.CO — Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta, Lukman Hakim Hasan, menyatakan penguatan aglomerasi ekonomi di wilayah Solo Raya berpotensi besar untuk diwujudkan, dengan catatan dimulai dari pengembangan sektor jasa sebagai basis utama.

Hal tersebut disampaikan Lukman saat menjadi pembicara dalam forum Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 bertema “Sinergi Infrastruktur Ekonomi dan Inovasi untuk Akselerasi Pertumbuhan Regional Solo Raya” yang digelar di Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026).

“Aglomerasi Solo Raya sangat potensial untuk dicapai, asalkan dimulai dari potensi ekonomi yang sudah terbukti kuat, khususnya sektor jasa,” ujar Lukman Hakim.

Menurut Lukman, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, struktur ekonomi Solo Raya telah mengalami pergeseran signifikan dari sektor pertanian menuju sektor jasa.

Ia menjelaskan, kontribusi sektor pertanian terus mengalami penurunan, sementara sektor manufaktur menunjukkan kondisi yang tidak stabil.

“Sektor pertanian terus menurun, sektor manufaktur naik turun dan tidak stabil. Sebaliknya, sektor jasa justru melesat dan menjadi penopang utama ekonomi Solo Raya,” jelasnya.

Lukman yang juga merupakan Pakar Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memaparkan, dominasi sektor jasa terlihat jelas di sejumlah daerah.

Kota Surakarta, kata dia, ditopang hingga 71 persen oleh sektor jasa, disusul Sukoharjo 50 persen dan Klaten 47 persen, dengan rata-rata kawasan Solo Raya mencapai 47,9 persen.

“Dengan struktur seperti ini, tidak mengherankan jika event berbasis jasa seperti Solo Great Sale bisa berjalan sangat sukses,” ujarnya.

Ia menambahkan, Solo Raya memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai pusat jasa, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, didukung keberadaan puluhan perguruan tinggi serta fasilitas kesehatan yang relatif lengkap.

“Menggerakkan Solo Raya dengan basis jasa akan jauh lebih mudah, karena tren ke depan memang bergerak ke arah sana,” kata Lukman.

Oleh karena itu, Lukman mendorong perlunya penyusunan grand design aglomerasi Solo Raya yang terfokus pada penguatan sektor jasa, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata sebagai strategi jangka panjang pertumbuhan ekonomi regional.

Forum Outlook Ekonomi Solo Raya 2026 ini juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, antara lain Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah Herry Nuryanto, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai keynote speaker.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut forum ini sebagai titik awal penyamaan visi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi, dalam merumuskan arah baru pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Solo Raya sendiri direncanakan menjadi pilot project pengembangan wilayah ekonomi berbasis aglomerasi di Jawa Tengah, sebelum diterapkan di wilayah eks-karesidenan lainnya. []