Scroll untuk baca artikel
Berita

Hari Buruh di Jateng, Aktivis dan Kaukab Band Suarakan Perlawanan

Redaksi
×

Hari Buruh di Jateng, Aktivis dan Kaukab Band Suarakan Perlawanan

Sebarkan artikel ini
Hari Buruh di Jateng
Penampilan Kaukab Band dan Lukni Maulana di depan Kantor Gubernuran, Kota Semarang (1/5/2026)

Kaubab Band dan Lukni Maulana suarakan perlawanan atas ketidakadilan buruh dalam aksi May Day di depan Kantor Gubernur Jateng.

BARISAN.CO – Nuansa perlawanan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (1/5/2026).

Dalam aksi tersebut, Kaubab Band bersama seniman Lukni Maulana tampil menyuarakan keresahan buruh melalui musik dan performance puisi.

Peringatan May Day tahun ini diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan buruh, aktivis, seniman, hingga mahasiswa.

Selain menyampaikan tuntutan melalui orasi, massa aksi juga menampilkan pertunjukan seni sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan kaum pekerja.

Kaubab Band tampil dengan formasi Ajani sebagai vokalis, Imran Amirullah pada gitar sekaligus vokal, serta Niam Knot sebagai drummer.

Melalui lagu-lagu yang dibawakan, grup musik tersebut menyampaikan pesan perlawanan terhadap ketidakadilan yang menimpa rakyat kecil, pekerja, maupun aktivis.

Dalam salah satu lirik yang dinyanyikan Ajani, terselip pesan kritik sosial berbunyi, “Dilindas, ditendang, dibuang ke tepian sungai.”

Lirik tersebut mendapat respons dari massa aksi karena dinilai menggambarkan kerasnya realitas yang dialami kelompok masyarakat kecil ketika memperjuangkan hak-haknya.

Sebagian peserta aksi menafsirkan penggalan lirik itu sebagai sindiran terhadap sejumlah peristiwa represif yang pernah terjadi, termasuk tindakan kekerasan terhadap pengemudi ojek online saat demonstrasi pada tahun sebelumnya.

Selain itu, frasa “dibuang ke tepian sungai” juga dianggap menyiratkan nasib mahasiswa atau aktivis yang kerap disisihkan ketika menyuarakan kritik.

Manajemen Kaubab Band, Yoko, mengatakan Hari Buruh seharusnya menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pekerja, termasuk mereka yang bergerak di sektor seni dan industri kreatif.

“Hari Buruh adalah momentum untuk menghargai seluruh pekerja, termasuk mereka yang berada di industri kreatif dan hiburan,” ujarnya.

Menurutnya, pekerja seni juga menghadapi persoalan yang tidak jauh berbeda dengan buruh pada umumnya, seperti minimnya perlindungan kerja, pendapatan yang tidak menentu, serta belum kuatnya jaminan kesejahteraan.

Selain penampilan musik, suasana aksi juga diwarnai performance puisi dari Lukni Maulana yang berkolaborasi bersama Kaubab Band.

Dalam pembacaan puisinya, Lukni mengajak masyarakat untuk terus melawan ketidakadilan dan menjaga kecintaan terhadap tanah air.

Salah satu penggalan puisi yang dibacakannya berbunyi, “Dan di ujung segala luka, berdirilah ia yang mencintai tanah ini, menggenggam bumi dengan sisa tenaga, menutup mata di pelukan negeri sendiri.”

Banyak massa menilai karya sastra itu mewakili perasaan rakyat kecil yang tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi maupun sosial.

Lukni Maulana juga menyoroti persoalan buruh yang menurutnya semakin kompleks dalam situasi ekonomi saat ini.

Ia menilai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perlambatan industri menjadi ancaman serius bagi pekerja.

Menurut Lukni, tekanan efisiensi di berbagai sektor membuat banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja. Di sisi lain, lowongan pekerjaan baru belum mampu menyerap jumlah pencari kerja yang terus bertambah.

Ia juga menilai kenaikan harga kebutuhan pokok membuat beban pekerja semakin berat. Persoalan lain yang masih menjadi perhatian adalah nasib pekerja outsourcing dan buruh kontrak yang dinilai belum memiliki kepastian masa depan.

“Buruh hari ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di satu sisi lapangan pekerjaan semakin sempit, di sisi lain kebutuhan hidup terus naik. Karena itu, pekerja membutuhkan perhatian nyata, perlindungan yang jelas, serta kebijakan yang mampu memberi rasa aman bagi masa depan mereka,” pungkas Lukni. []