Scroll untuk baca artikel
Berita

Gratis, Panitia Muktamar ke-35 NU Siapkan Bus Bandara hingga 200 Becak Listrik untuk Muktamirin

×

Gratis, Panitia Muktamar ke-35 NU Siapkan Bus Bandara hingga 200 Becak Listrik untuk Muktamirin

Sebarkan artikel ini
transportasi gratis Muktamar ke-35 NU
Bejak listrik Muktamar NU/Foto: Jatimpos.co

Panitia Muktamar ke-35 NU menyiapkan layanan transportasi gratis, mulai bus bandara hingga 200 becak listrik, untuk memudahkan mobilitas muktamirin di Jombang.

BARISAN.CO – Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan layanan transportasi gratis untuk menyambut kedatangan muktamirin dan muhibbin dari berbagai daerah di Indonesia. Layanan tersebut disiapkan mulai dari penjemputan di Bandara Internasional Juanda, stasiun, terminal, hingga mobilitas peserta selama berada di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Penetapan Tambakberas sebagai tuan rumah telah diputuskan PBNU melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah pada 7 Juli 2026.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq mengatakan panitia berupaya memastikan persoalan transportasi tidak menjadi kendala bagi warga NU yang datang untuk mengikuti maupun menghadiri rangkaian muktamar.

Menurut dia, layanan transportasi disiapkan dengan prinsip pelayanan yang terbuka bagi seluruh muktamirin. Peserta delegasi maupun muhibbin yang datang dengan tujuan menghadiri Muktamar ke-35 NU akan mendapatkan layanan penjemputan menuju Jombang.

“Kita sambut dengan tim, insyaallah nanti seluruh muktamirin, baik peserta yang delegasi ataupun yang muhibbin akan kita angkut semua langsung ke Jombang,” kata Gus Rozaq.

“Jadi siapapun, pokoknya tujuannya untuk muktamar, kita angkut menggunakan bus. Setelah itu baru di sini kita pisah-pisah mana yang delegasi, mana rombongan,” imbuhnya.

Skema tersebut disiapkan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas peserta yang datang dari luar daerah, termasuk rombongan dari luar Pulau Jawa. Koordinasi juga dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, antara lain Dinas Perhubungan, pengelola bandara, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk peserta yang datang melalui Bandara Internasional Juanda di Surabaya, panitia menyiagakan armada bus yang akan mengangkut rombongan menuju lokasi utama Muktamar di Tambakberas. Penjemputan juga disiapkan dari sejumlah titik kedatangan lain, termasuk stasiun dan terminal di Jombang.

Sementara untuk mobilitas yang membutuhkan kendaraan berukuran lebih kecil, panitia menyiapkan mobil operasional yang dapat digunakan secara berkala. Dukungan tersebut diperkuat oleh jaringan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang ikut menyediakan kendaraan pribadi.

Sebelumnya, Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) telah menyatakan kesiapan menyediakan armada mobil untuk membantu penjemputan muktamirin dari stasiun, terminal, hingga Bandara Juanda. NU Online melaporkan pada Juli 2026 bahwa sekitar 50 mobil pribadi alumni disiapkan untuk mendukung layanan tersebut.

Keterlibatan alumni menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU. Selain panitia dan pesantren, masyarakat serta berbagai unsur di Jombang juga dilibatkan untuk memastikan kebutuhan peserta dapat terpenuhi selama berada di daerah tersebut.

Di dalam kawasan acara, panitia juga menyiapkan moda transportasi khusus untuk mendukung mobilitas tamu penting dan kiai sepuh. Sebanyak 15 unit golf cart didatangkan dari Blitar. Kendaraan tersebut akan digunakan di area tertentu yang nantinya disterilkan dari kendaraan umum sehingga pergerakan tamu VVIP dan kiai sepuh dapat berlangsung lebih nyaman.

Tak hanya mengandalkan kendaraan bermotor, panitia juga menghadirkan 200 unit becak listrik sebagai salah satu moda transportasi lokal. Kehadiran becak listrik diharapkan membantu mobilitas muktamirin dari satu titik ke titik lain di sekitar lokasi kegiatan sekaligus menjadi pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, terdapat sekitar 100 mobil operasional dan kendaraan siaga yang disiapkan untuk menunjang kebutuhan logistik, pergerakan panitia, serta kebutuhan peserta selama rangkaian Muktamar berlangsung.

Kesiapan transportasi menjadi salah satu bagian dari persiapan besar Tambakberas sebagai tuan rumah. Sebelumnya, panitia lokal juga telah mematangkan fasilitas akomodasi bagi muktamirin. Pada pertengahan Juli, kesiapan tempat penginapan peserta dilaporkan telah rampung, sementara sejumlah fasilitas lain seperti dapur umum terus diselesaikan.

Pemerintah Kabupaten Jombang juga melakukan penanganan infrastruktur untuk mendukung kelancaran akses menuju lokasi muktamar. Dinas PUPR Jombang mempercepat sejumlah pekerjaan, termasuk pemeliharaan jalan, penanganan lubang, normalisasi drainase, penyiapan lahan parkir, serta penataan bahu jalan.

Koordinasi antara panitia dan pemerintah daerah dilakukan untuk memetakan kebutuhan teknis selama pelaksanaan muktamar. Pemkab Jombang sebelumnya juga menggelar audiensi bersama panitia lokal untuk menyamakan persepsi dan membahas berbagai persiapan penyelenggaraan.

Dengan potensi kedatangan peserta dari berbagai wilayah, pengaturan arus kendaraan menjadi bagian penting dalam pelayanan muktamar. Panitia bersama Dinas Perhubungan Jombang menyiapkan pos transit armada untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan dan mengurangi potensi penumpukan di sekitar kawasan pesantren.

Selain transportasi, panitia akan menyediakan pusat informasi atau call center resmi untuk membantu peserta mendapatkan informasi terkait penjemputan dan kebutuhan mobilitas lainnya. Nomor layanan tersebut akan diumumkan panitia menjelang pelaksanaan muktamar.

“Akan kita siapkan call center khusus terkait informasi. Nanti kita akan rilis call center, wajib itu,” ujar Gus Rozaq.

Keberadaan pusat informasi dinilai penting karena muktamirin akan datang melalui berbagai jalur transportasi dan membutuhkan informasi yang terintegrasi mengenai titik penjemputan, jadwal armada, lokasi transit, hingga akses menuju kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Muktamar ke-35 NU sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang mempertemukan utusan NU dari berbagai wilayah. Situs resmi Muktamar mencatat agenda tersebut akan berlangsung selama lima hari di Tambakberas dengan rangkaian registrasi, pembukaan, sidang pleno, serta agenda lainnya.

Karena itu, layanan transportasi tidak hanya diarahkan untuk memudahkan perjalanan peserta menuju lokasi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan selama forum berlangsung. Panitia berupaya agar peserta yang baru pertama kali datang ke Tambakberas maupun rombongan yang sudah mengenal kawasan tersebut dapat memperoleh akses transportasi yang jelas.

Bagi panitia lokal, pelayanan kepada muktamirin menjadi bagian dari khidmah dalam menyambut forum besar NU tersebut. Tambakberas sebagai salah satu pesantren bersejarah di Jombang juga telah bergerak sejak awal penetapan sebagai tuan rumah dengan memetakan kebutuhan fasilitas, akomodasi, dan layanan peserta.

Dengan armada bus untuk penjemputan antarkota, mobil operasional dan kendaraan alumni, golf cart untuk tamu VVIP dan kiai sepuh, hingga ratusan becak listrik untuk mobilitas lokal, panitia berharap perjalanan muktamirin menuju dan selama berada di Tambakberas dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman. []