Scroll untuk baca artikel
Berita

Wujudkan Gerakan Ekoteologi, Menag dan Mahasiswa Baru UIN Sunan Kudus Tanam 2.522 Bibit Pohon

×

Wujudkan Gerakan Ekoteologi, Menag dan Mahasiswa Baru UIN Sunan Kudus Tanam 2.522 Bibit Pohon

Sebarkan artikel ini
Gerakan Ekoteologi, Menag dan Mahasiswa Baru UIN Sunan Kudus
Menag dan Rektor bersama mahasiswa baru UIN Sunan Kudus menanam pohon secara simbolis di lingkungan kampus, Kamis (20/8/2026).

Menag bersama mahasiswa baru UIN Sunan Kudus menanam pohon sebagai pemantik gerakan penghijauan kampus yang dilanjutkan dengan penanaman 2.522 bibit.

BARISAN.CO – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar didampingi Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi bersama mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menanam pohon secara simbolis sebagai bagian dari gerakan penghijauan kampus, Kamis (20/8/2026).

Penanaman dilakukan di depan lokasi peresmian Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Kudus. Kegiatan tersebut diikuti Rektor UIN Sunan Kudus, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, jajaran pimpinan kampus, serta perwakilan mahasiswa baru.

Gerakan tersebut akan dilanjutkan oleh seluruh mahasiswa baru dengan menanam sebanyak 2.522 bibit pohon di lingkungan kampus.

Dua jenis pohon yang dipilih dalam gerakan tersebut yakni matoa dan sukun. Matoa dimaknai sebagai simbol keteguhan iman dan keberlanjutan bagi semesta, sedangkan sukun merepresentasikan fokus, harmoni, kedamaian, dan kebermanfaatan.

Penanaman pohon menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian lingkungan kepada mahasiswa baru. Gerakan tersebut menempatkan pelestarian alam bukan hanya sebagai tanggung jawab pengelola kampus, tetapi juga sebagai bagian dari karakter dan tanggung jawab generasi muda.

Melalui gerakan ini, mahasiswa baru UIN Sunan Kudus diharapkan tumbuh sebagai generasi akademisi yang visioner, religius, dan memiliki wawasan lingkungan.

Mereka juga didorong memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Gerakan penghijauan tersebut selaras dengan rangkaian PBAK 2026 yang tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga momentum pembentukan karakter mahasiswa.

Setiap mahasiswa baru nantinya terlibat dalam penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan bersama. Pohon yang ditanam diharapkan menjadi simbol perjalanan pendidikan sekaligus upaya menumbuhkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Penanaman 2.522 bibit pohon tersebut juga menjadi implementasi nilai ekoteologi dan sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama.

Melalui gerakan ini, kampus tidak hanya membangun fasilitas akademik, tetapi juga mendorong kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.

Menag Dorong UIN Sunan Kudus Berani Berbeda

Dalam kuliah umum, Menteri Agama juga mendorong UIN Sunan Kudus untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak sekadar mengikuti pola yang telah dibangun perguruan tinggi lain.

“Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan,” tegas Menteri Agama.

Menurutnya, perguruan tinggi Islam memiliki peluang menghadirkan model pendidikan yang khas. UIN Sunan Kudus, kata dia, tidak perlu hanya mengejar ketertinggalan atau berkiblat kepada kampus lain, tetapi dapat menjadi pelopor dengan membangun karakter dan keunggulan berdasarkan kekuatan serta jati dirinya.

“Jadilah kampus yang pertama. Jangan hanya berkiblat pada kampus lain,” pesannya.

Menteri Agama juga mengingatkan agar UIN tidak hanya mengejar capaian berdasarkan standar formal maupun indikator pemeringkatan. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu menciptakan kualitas dan keadaan baru yang belum memiliki ukuran baku.

“UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri,” ujarnya.[]