Pemprov Jateng menjadikan Desa Kepyar, Wonogiri, sebagai proyek percontohan PBL untuk mengatasi kemiskinan melalui pendidikan dan pengembangan potensi desa.
BARISAN.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadikan Desa Kepyar, Kabupaten Wonogiri, sebagai proyek percontohan pengentasan kemiskinan melalui metode Project Based Learning (PBL).
Program yang dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah tersebut menggabungkan penguatan pendidikan dengan pengembangan potensi ekonomi desa. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMD, perangkat daerah, dan masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, desa-desa itu bisa naik kelas, tidak miskin lagi, dan mampu bersaing dengan desa lain,” kata Luthfi di Semarang, Kamis (20/8/2026).
Menurut Luthfi, pendidikan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan tidak hanya melalui bantuan ekonomi, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pengentasan kemiskinan itu basisnya adalah layanan dasar yaitu pendidikan. Saya berharap terobosan kreatif ini bisa mereduksi jumlah desa termiskin di tempat kita,” ujarnya.
Desa Kepyar merupakan salah satu lokasi Program Desa Dampingan Pemprov Jawa Tengah. Desa tersebut dihuni sekitar 4.400 orang, dengan sebagian masyarakat menggantungkan penghasilan dari pertanian dan pekerjaan sebagai buruh tani.
Pendampingan PBL tidak hanya menyasar sektor ekonomi. Program tersebut juga mencakup pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, rumah tidak layak huni, sanitasi, serta literasi dan inklusi keuangan.
Dari sisi ekonomi, Desa Kepyar memiliki sekitar 596 hektare lahan pertanian, delapan kelompok tani, 12 UMKM, dan 15 pedagang mikro. Potensi tersebut menjadi bagian dari pengembangan sumber penghasilan masyarakat.
Desa tersebut juga memiliki sejumlah potensi wisata, seperti agrowisata semangka dan melon, river tubing, Air Terjun Sanginan, dan Watu Lumbung.
Melalui pendekatan PBL, sektor pertanian akan diperkuat, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan, sedangkan potensi wisata diarahkan untuk berkembang menjadi sumber aktivitas ekonomi baru.
Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi agar pendampingan tidak berhenti pada program jangka pendek.
“Tentu perlu kebersamaan antara universitas, masyarakat, BUMD, dan dinas terkait untuk ikut turun, sehingga masyarakat lebih berdaya dan tidak kembali miskin,” katanya.
Pemprov Jawa Tengah berharap penerapan PBL di Desa Kepyar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Jika berhasil, pola tersebut akan dikembangkan sebagai salah satu model pengentasan kemiskinan di desa lain di Jawa Tengah. []








