Scroll untuk baca artikel
Religi

Jarang Diketahui! 3 Amalan Kamis Malam Jumat “Jalur Langit” untuk Memohon Rezeki dan Kemudahan Hajat

×

Jarang Diketahui! 3 Amalan Kamis Malam Jumat “Jalur Langit” untuk Memohon Rezeki dan Kemudahan Hajat

Sebarkan artikel ini
amalan Kamis malam Jumat
Ilustrasi

Jangan lewatkan malam Jumat, isi dengan istighfar, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan doa sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah.

BARISAN.CO – Bagi umat Islam, malam Jumat memiliki keistimewaan tersendiri. Menariknya, persiapan menyambut Jumat sebenarnya dapat dimulai sejak Kamis sore, karena dalam penanggalan Islam pergantian hari berlangsung sejak matahari terbenam.

Karena itu, Kamis petang hingga malam Jumat dapat menjadi momentum untuk membersihkan diri, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan memanjatkan doa.

Istilah “jalur langit” dalam pembahasan ini bukan istilah khusus dalam Al-Qur’an atau hadis, melainkan ungkapan populer untuk menggambarkan ikhtiar spiritual seorang Muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Tidak ada amalan yang dapat menjamin doa pasti terkabul secara instan, tetapi syariat mengajarkan banyak jalan untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan memohon pertolongan-Nya.

Lantas, apa saja amalan Kamis malam Jumat yang bisa dilakukan?

1. Bersihkan Diri dan Siapkan Pakaian Sejak Kamis Sore

Amalan pertama justru sederhana: mempersiapkan diri menyambut Jumat dengan kebersihan dan kerapian.

Dalam Bidayatul Hidayah, Imam Abu Hamid al-Ghazali menganjurkan persiapan menyambut hari Jumat sejak Kamis sore, antara lain dengan membersihkan pakaian serta memperbanyak tasbih dan istighfar.

Anjuran tersebut menunjukkan bahwa persiapan Jumat tidak harus dimulai ketika matahari sudah terbit pada Jumat pagi. Kamis sore dapat dijadikan waktu untuk menyelesaikan berbagai urusan persiapan sehingga ketika malam Jumat tiba, seseorang dapat lebih fokus beribadah.

Namun, perlu dibedakan antara anjuran membersihkan diri dan mempersiapkan pakaian dengan mandi Jumat. Mandi Jumat memiliki pembahasan tersendiri dalam fikih dan waktunya berkaitan dengan hari Jumat.

Membersihkan pakaian, merapikan diri, dan menyiapkan kebutuhan ibadah juga memiliki nilai praktis. Seseorang tidak perlu tergesa-gesa mencari pakaian bersih atau menyelesaikan pekerjaan rumah ketika waktu ibadah tiba.

Dengan demikian, “jalur langit” pertama bukan sesuatu yang rumit. Mulailah dengan merapikan lahir dan batin: pakaian bersih, tubuh terawat, hati lebih tenang, kemudian niatkan malam Jumat untuk mendekat kepada Allah.

2. Hidupkan Malam Jumat dengan Al-Qur’an, Termasuk Surat Ad-Dukhan dan Al-Mulk

Amalan berikutnya adalah membaca Al-Qur’an. Surat apa pun yang dibaca tetap merupakan ibadah, sehingga seorang Muslim tidak perlu merasa harus menyelesaikan surat tertentu jika memang belum mampu.

Dalam bahan-bahan keislaman klasik dan populer, Surat Ad-Dukhan kerap dikaitkan dengan malam Jumat. Bahkan terdapat riwayat:

مَنْ قَرَأَ حم الدُّخَانَ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ غُفِرَ لَهُ

Barang siapa membaca Ha Mim Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka ia diampuni.”

Riwayat tersebut tercantum dalam Jami’ at-Tirmidzi nomor 2889. Namun, hal penting yang tidak boleh dihilangkan ketika menulis tentangnya adalah status hadis tersebut.

Imam At-Tirmidzi sendiri menjelaskan bahwa hadis itu hanya dikenal melalui jalur tersebut, sementara perawinya, Hisyam Abu al-Miqdam, dinilai lemah dan al-Hasan tidak mendengar langsung dari Abu Hurairah. Karena itu, hadis tersebut dinilai dhaif oleh sejumlah ahli hadis.

Artinya, Surat Ad-Dukhan tetap boleh dibaca sebagai bagian dari tilawah Al-Qur’an, tetapi jangan memastikan bahwa terdapat jaminan khusus berupa pengampunan dosa hanya karena membacanya pada malam Jumat berdasarkan hadis tersebut.

Adapun Surat Al-Mulk memiliki dasar keutamaan yang lebih kuat. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang sebuah surat berjumlah 30 ayat yang memberi syafaat kepada pembacanya hingga ia diampuni, yaitu Surat Al-Mulk. Riwayat mengenai keutamaan ini dinilai hasan oleh Imam At-Tirmidzi dan juga mendapat penguatan dari sejumlah ulama.

Jadi, jika ingin menghidupkan Kamis malam Jumat dengan Al-Qur’an, membaca Al-Mulk merupakan pilihan yang baik.

Surat Ad-Dukhan juga boleh dibaca sebagai tilawah, tetapi keutamaan khusus malam Jumatnya sebaiknya disampaikan dengan catatan ilmiah mengenai kelemahan riwayat tersebut.

3. Perbanyak Istighfar dan Doa untuk Membuka Jalan Kemudahan

Amalan ketiga adalah istighfar. Al-Qur’an secara jelas mengaitkan istighfar dengan rahmat dan berbagai karunia Allah. Dalam Surat Nuh ayat 10–12, Nabi Nuh AS berkata kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ۝ وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Lalu aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’”

Ayat ini menjadi salah satu landasan kuat bahwa istighfar bukan sekadar ucapan untuk menghapus dosa, tetapi bagian dari jalan seorang hamba untuk mendapatkan rahmat Allah.

Memang ada hadis populer yang berbunyi:

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa membiasakan istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesusahan, kelapangan dari setiap kegelisahan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Namun, hadis tersebut dinilai dhaif oleh sejumlah ahli hadis. Karena itu, jangan menjadikannya sebagai satu-satunya dasar. Maknanya mengenai hubungan istighfar dengan rahmat dan rezeki tetap memiliki landasan dari Al-Qur’an, terutama Surat Nuh ayat 10–12.

Setelah memperbanyak istighfar, lanjutkan dengan doa sesuai kebutuhan. Jangan hanya meminta kekayaan, tetapi mohon pula kesehatan, keberkahan rezeki, keteguhan iman, kemudahan menyelesaikan masalah, dan kebaikan bagi keluarga.

Kapan Waktu yang Baik untuk Berdoa?

Malam Jumat dapat diisi dengan berbagai bentuk ibadah, tetapi jangan menganggap seluruh waktu malam tersebut otomatis menjadi waktu pasti terkabulnya semua doa.

Ada waktu-waktu yang memiliki dalil lebih jelas mengenai keutamaan berdoa. Salah satunya adalah antara azan dan iqamah. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

Doa tidak ditolak antara azan dan iqamah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dinilai sahih dalam sejumlah penilaian hadis.

Karena itu, rangkaian ibadah Kamis malam Jumat bisa dibuat sederhana: bersihkan diri dan siapkan pakaian, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, kemudian berdoa dengan penuh ketundukan kepada Allah.

Jangan lupa memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah juga bersabda bahwa Jumat termasuk hari yang utama dan umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat kepadanya pada hari tersebut.

Pada akhirnya, tidak ada istilah dalam syariat yang menjamin “doa cepat tembus” hanya karena melakukan tiga amalan tertentu pada Kamis malam. Yang ada adalah tuntunan untuk memperbanyak amal saleh, taubat, zikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan doa.

Jika ingin menjadikan malam Jumat sebagai momentum memperbaiki hidup, mulailah dari hal-hal sederhana. Bersihkan pakaian, bersihkan hati dengan istighfar, dekatkan diri dengan Al-Qur’an, lalu sampaikan seluruh hajat kepada Allah.

Sebab, tugas seorang hamba adalah berikhtiar dan berdoa, sedangkan kapan dan bagaimana Allah memberikan jawaban merupakan bagian dari hikmah dan kehendak-Nya.

Tiga amalan Kamis malam Jumat yang dapat dijadikan rutinitas adalah mempersiapkan diri sejak Kamis sore, menghidupkan malam dengan membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar dan doa.

Bukan karena amalan tersebut merupakan “jalan pintas” yang otomatis membuat semua keinginan terkabul, melainkan karena semuanya dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyambut Jumat dengan hati yang lebih bersih. []