Sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu, di Inggris seekor burung camar sudah hampir sepekan lamanya tidak bisa bergerak lantaran kakinya tersangkut oleh sampah masker sekali pakai yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.
Lalu kasus lainnya di Malaysia, ketika sejumlah monyet terlihat mengunyah tali dari sampah masker yang dibuang sembarangan. Hal ini sangat berpotensi bahaya tersedak bagi monyet malang itu.
Menurut kelompok pengamat lingkungan, OceansAsia, lebih dari 1,5 miliar sampah masker masuk ke lautan dunia 2020 silam. Terhitung itu menambah sekitar 6.200 ton pencemaran plastik laut.
Hal itu tentu menambahkan hadirnya tanda-tanda bahwa masker sangat mengancam bagi kehidupan di laut. Tentu saja ini efek samping penggunaan yang penting diperhatikan.
Masker sudah menjadi benda wajib yang harus digunakan pada saat keluar rumah. Artinya, semakin banyak orang yang menggunakan masker sekali pakai dan semakin banyak pula sampah masker yang menumpuk.
Limbah medis Covid-19 tergolong ke dalam limbah B3 yang memerlukan pengelolaan khusus. Namun kenyataannya, sudah hampir setahun pandemi, kendala tersebut belum bisa diatasi.
Menumpuknya limbah masker sekali pakai merupakan persoalan serius yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Sampah masker yang dibuang sembarang akan mendatangkan bau yang tidak sedap, merusak pemandangan, berpotensi menyebarkan virus, dan yang lebih parah dapat merusak biota laut.
Ada sejumlah tahapan khusus untuk mengelola berbagai limbah medis yang diatur oleh pemerintah, utamanya yang membahayakan seperti Covid-19. Tahapan-tahapannya bisa dimulai dari pengurangan jumlah limbah, pemilihan, pengangkutan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, kemudian penimbunan atau penguburan.
Akan tetapi, banyak prosedur yang dilanggar atau belum dijalankan dalam berbagai tahapan tersebut yang tidak hanya berisiko tinggi bagi kesehatan manusia melainkan juga keamanan lingkungan.
Indonesia mungkin bukan satu-satunya negara yang menghadapi masalah limbah Covid-19. Namun, kurangnya pengawasan dapat menimbulkan masalah yang baru.
Pemerintah pusat maupun daerah perlu segera turun tangan menyelesaikan kasus-kasus terkait limbah Covid-19 ini dikarenakan pandemi masih jauh dari kata akhir. Pemerintah bisa memberi pelatihan sederhana soal pentingnya mengelola limbah Covid-19 sesuai peraturan yang berlaku.
Cara Membuang Masker Sekali Pakai
Masker sekali pakai terbuat dari beberapa lapisan dan juga terdapat kawat di bagian atas. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang mestinya dilakukan ketika hendak membuang masker sekali pakai.
Untuk masker sekali pakai yang bersinggungan langsung dengan pasien terpapar Covid-19, harus dibuang di tempat sampah dua lapis, dengan lapisan terluar yang diikat kuat.
Sebelum membuang masker sekali pakai ke tempat pembuangan sampah umum, masker harus disimpan terlebih dahulu selama kurang lebih 72 jam.
Sebisa mungkin setelah menggunakan masker sekali pakai kita semprotkan disinfeksi terlebih dahulu. Jangan lupa untuk merobek atau merusak masker yang sudah selesai kita gunakan tersebut, karena sangat tidak disarankan membuang masker dalam kondisi utuh.
Terakhir, jangan lupa menggunting bagian tali kaitan masker dan mencuci tangan setelah itu. Tentu saja semua orang dengan mudah bisa melakukan anjuran-anjuran ini. Sederhana tapi dampaknya positifnya luar biasa. []
