Scroll untuk baca artikel
Terkini

Aliansi Vaksin Rakyat: Omicron di Afsel Melonjak Akibat Ulah Negara Kaya & Perusahaan Farmasi

Redaksi
×

Aliansi Vaksin Rakyat: Omicron di Afsel Melonjak Akibat Ulah Negara Kaya & Perusahaan Farmasi

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Afrika Selatan kini sedang bersiap untuk menghadapi gelombang keempat Covid-19 karena varian baru yang ditemukan pertama kali di negara itu. Pada Jumat (3/12/2021), kasus baru harian di Afrika Selatan meningkat menjadi lebih dari 16.000 kasus dari sekitar 2.300 kasus pada 4 hari sebelumnya atau Senin (29/11/2021).

Juru kampanye dari Aliansi Vaksin Rakyat mengatakan keengganan perusahaan farmasi berbagi ilmu dan kurangnya tindakan dari negara-negara kaya untuk memastikan akses vaksin di dunia telah menciptakan tempat berkembang biak yang sempurna untuk varian baru seperti Omicron. Hal itu tertulis dalam rilis Oxfam baru-baru ini.

Ironisnya, di saat Afrika Sub-Sahara hanya menerima dosis yang cukup untuk memvaksinasi 1 dari 8 orang, pemerintah Inggris mempercepat agar warganya mendapatkan vaksin booster. Pada 2 Desember lalu, 19,4 juta orang telah mendapat dosis ketiga di Inggris. Di negara kaya lainnya seperti Amerika Serikat dan Kanada, pemerintahnya juga mendorong orang-orang untuk mendapatkan suntikan ketiga.

Aliansi Vaksin Rakyat yang memiliki lebih dari 80 anggota termasuk Aliansi Afrika, Oxfam, dan UNAIDS mendesak perusahaan farmasi dan negara kaya mengubah arah kebijakan sebelum terlambat.

Direktur Eksekutif UNAIDS dan Ketua Bersama Aliansi Vaksin Rakyat, Winnie Byanyima mengatakan varian Omicron muncul karena kegagalan memvaksinasi seluruh dunia.

“Bisnis seperti biasanya telah menghasilkan keuntungan besar bagi perusahaan farmasi, tetapi banyak orang tidak divaksinasi artinya virus ini akan terus bermutasi. Ini adalah definisi kegilaan: terus melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda. Kita perlu meresetnya,” kata Winnie.

Aliansi meminta Pfizer, Moderna, Biontech, dan perusahaan farmasi lainnya untuk mengubah arah untuk tidak selalu mencari keuntungan. Sebab, selama setahun terakhir, keuntungan yang diraup sudah sangat besar.

Menurut Winnie, tidak baik jika perusahaan farmasi terus mengunci persebaran kasus Omicron di balik dinding keuntungan dan monopoli.

Pada bulan Maret lalu, Aliansi bersama dengan 77 epidemiologi dari berbagai Lembaga akademisi terkemuka dunia telah memperingatkan risiko mutasi virus akan terjadi yang membuat vaksin menjadi tidak efektif karena belum seluruh warga dunia divaksin.

Sedangkan, Maaza Seyoum dari Aliansi Afrika dan Aliansi Vaksin Rakyat Afrika mengungkapkan negara kaya membeli vaksin yang sangat mahal untuk melindungi warga negaranya sendiri.

“Mengabaikan seluruh dunia hanya akan menghasilkan lebih banyak varian, mutasi, penguncian, dan nyawa yang hilang,”

Maaza menambahkan para pemimpin dunia telah mengecewakan dunia berulang kali sambil membiarkan pencatutan. Ia juga menyebut negara-negara kaya itu bahkan menyalahkan Afrika Selatan yang sebelumnya diabaikan.

Saat pertama kali mengumumkan varian baru, negara-negara kaya berbondong-bondong menutup pintu masuk ke negaranya dari Afrika Selatan.

“Monopoli farmasi dan pencatutan telah mencegah vaksinasi di Afrika dan negara berkembang lainnya. Sudah saatnya, perusahaan farmasi dan negara kaya mengutamakan perlindungan bagi orang-orang dan mengakhiri pandemi,”

Maaza menuturkan keuntungan dan monopoli yang dilakukan oleh perusahaan farmasi akan merugikan mereka di saat upaya melindungi diri dengan membiarkan virus ini terus merebak di seluruh dunia. [dmr]