Pemprov DKI Jakarta juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama lima tahun berturut-turut. Itu menandakan manajemen pemerintahan Anies Baswedan telah berjalan dengan tingkat kesesuaian terhadap peraturan penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang bersih, baik dan profesional.
Kemudian, dengan visinya Anies ingin menjadikan Jakarta sebagai kota masa depan. Di antara bukti visi tersebut adalah terus dikembangkannya transformasi alat transportasi umum di Jakarta. Mobilitas penduduknya dan konsep pembangunannya berorientasi dari car oriented ke public transport oriented.
Pembangunan berbagai kawasan untuk publik mencerminkan orientasi masa depan, yang diharapkan menjadi pemicu regenerasi perkotaan, sehingga Jakarta sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia dan sebagai perwujudan dari liveable city.
Bukti kualifikasi kepemimpinan Anies Baswedan sebagai pemimpin yang visioner ditandai dengan beberapa kualifikasi berikut:
Kegigihan. Anies tahu bagaimana menavigasi tantangan dan melewatinya, menjaga tim tetap pada jalurnya dengan memimpin dengan sikap “tidak pernah menyerah”, tidak peduli seberapa sulitnya keadaan, seberapa besar serangan “fitnah” dari lawan politik tertuju kepadanya.
Inspiratif dan magnetis. Sebagai pemimpin, Anies memandang kesuksesan adalah tujuan terbaik yang dibagikan. Anies mampu menghadirkan gaya kepemimpinan yang inspiratif, menarik simpati publik dengan kecerdasan dan keramahannya.
Berpikiran terbuka. Pemimpin visioner adalah poros alami dan memiliki banyak perspektif. Hal itu ditunjukkan oleh Anies Baswedan dengan mengedepankan cara berpikir yang maju namun terbuka, menyerap berbagai aspirasi dan melibatkan warga DKI menemukan tujuannya untuk bisa nyaman dan sejahtera hidup di Jakarta.
Inovatif dan imajinatif. Anies mampu memberikan gagasan dan gambaran kinerja yang inovatif, slogannya “gagasan, narasi, kemudian karya”, adalah kekuatan seorang pemimpin yang inovatif dan imajinatif, lalu dibuktikan dengan menghadirkan “ruang ketiga” bagi masyarakat. Ruang di mana setiap warga dapat berinteraksi, berkolaborasi, dan saling memberikan support satu sama lain. Agar tercipta kerukunan, saling pengertian dan sekaligus sarana yang mencerdaskan.
Kolaboratif dan komunikatif. Anies adalah pemimpin yang inklusif, mengundang orang lain untuk menjadi bagian dari visi. Menarik talenta yang bersemangat dan yang terinspirasi oleh gambaran besar untuk menciptakan karya terbaik mereka untuk membangun Jakarta.