Apa Penyebab dan Dampak Curhatan Kita di Media Sosial?

  • Whatsapp
Ilustrasi: unsplash.com/@timmossholder

Barisan.co – Internet saat ini memudahkan siapa saja untuk menggunakan akses media sosial. Berdasarkan riset Google Indonesia bersama lembaga riset Kantar WorldPanel Indonesia, pengguna internet didominasi oleh ibu milenial.

Mirisnya, media sosial masih banyak disalahartikan oleh para ibu, untuk curhat hal-hal yang sepantasnya diletakkan di tempat privat. Soal kehidupan pribadi, perselisihan, sampai perselingkuhan, kita tidak asing lagi dengan curhatan-curhatan semacam itu. Banyak di antaranya bahkan viral di media sosial.

Bacaan Lainnya

Tren curhat di media sosial yang berlebihan ini disebut sebagai sadfishing. Di mana seseorang mengunggah masalah dengan tujuan untuk menarik perhatian dan simpati orang lain.

Jika dahulu masalah keluarga hanya keluarga inti saja yang tahu, namun saat ini warga warganet pun tahu semua masalah keluarga yang sedang terjadi. Kini kemudahaan internet bisa membuat para ibu-ibu justru mencurahkan isi hatinya lewat media sosial.

Lalu mengapa fenomena ini bisa terjadi?

Ada 4 faktor yang menjadi penyebab mengapa para ibu senang sekali curhat di media sosial.

Kebutuhan Ingin Didengarkan

Hal ini menjadi salah satu hal yang bisa membuat para ibu ingin mencurahkan sebagian isi hatinya di media sosial.

Kebutuhan ingin didengarkan sama saja dengan kebutuhan primer. Maka hal ini sangat penting diciptakan di lingkungan keluarga Anda.

Bisa jadi, jika komunikasi tidak baik dengan suami ataupun dengan keluarga, seorang istri akan mencari jalan keluar bagaimana curahan hatinya bisa didengar atau dilihat oleh suami atau keluarga.

Kebutuhan Berbicara dengan Baik

Wanita membutuhkan bicara kurang lebih 20 ribu kata per hari, dibandingkan dengan pria hanya butuh 5 ribu kata perhari.

Hal ini bila tidak terpenuhi maka seorang wanita akan mencari alternatif lain salah satunya dengan curhat di media sosial atau bahkan dengan teman dekatnya.

Maka dari itu sangat penting dibutuhkannya berbicara dengan baik kepada suami atau keluarga di rumah dengan kondisi yang senyaman mungkin.

Sistem Limbik pada Otak

Sistem limbik ini ialah struktur di otak yang berhubungan dengan emosi seperti amarah, kebahagiaan, dan lain sebagainya.

Sistem otak ini cenderung lebih mengendalikan emosi dan fungsi otak lainnya yang berhubungan dengan naluri kita.

Maka dari itu, tidak diperbolehkan mengambil keputusan pada saat emosi meluap.

Eksistensi

Seorang ibu yang mengunggah curhatan ke media sosialnya pasti memiliki tujuan tertentu. Secara tidak langsung hal itu akan membuat para pengguna internet lainnya membuat respons spontan, ada yang respon positif merasa iba dan sebagainya hingga respons negatif.

Sadar tidak sadar, apa yang telah dilakukan para ibu dengan melakukan curhat di media sosial akan menaikan eksistensi negatif.

Parahnya, kritik negatif dari warganet bisa memberi efek depresi. Dalam beberapa kasus di dunia, kritikan negatif dari bisa merusak harga diri yang sudah rapuh.

Oleh karena itu, sebelum mengunggah segala keluh kesah atau masalah pribadi ke media sosial sangat perlu dipertimbangkan sebelum memberi efek buruk kepada diri kita sendiri.

Pos terkait