Scroll untuk baca artikel
Blog

Apakah Virtual Police Seseram yang Kita Bayangkan?

Redaksi
×

Apakah Virtual Police Seseram yang Kita Bayangkan?

Sebarkan artikel ini

Kasus lainnya adalah posting-an dari akun yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) @em_rojie yang beredar di Twitter pada 31 Desember 2020. Pelaku memasang kolase foto Gibran bersama mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dengan tulisan “JANGAN LUPA SAYA MALING”. Cuitan selanjutnya adalah “MALING2 DANA BANSOS”.

Unggahan tersebut ramai di media sosial, khususnya Twitter dan mendapat respon dari publik. Sebanyak 10 akun berkomentar, 63 retweets, dan disukai oleh 174 akun.

Setelah dilakukan penelusuran, Gibran tidak pernah korupsi dana bansos. Gibran membantah keras tudingan tersebut dan media CNN Indonesia memberitakannya dengan judul, “Gibran Membantah, Tantang Pembuktian Korupsi Bansos Covid”.

Lalu klarifikasi juga sempat disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam situs detik.com dengan judul artikel, “Gibran Dikaitkan Korupsi Bansos, Pimpinan KPK: Itu Baru Rumor”.

Informasi tersebut termasuk kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. Oknum mengubah konten asli menjadi sedemikian rupa untuk menyebarkan kebencian.

Kasusnya memang sudah lama, tapi saat Polisi Virtual resmi diberlakukan, polisi mengusut postingan tersebut. []


Penulis: Yusnaeni