Khazanah

Bakda Kupat, Tradisi dan Makna Ketupat

Lukni An Nairi
×

Bakda Kupat, Tradisi dan Makna Ketupat

Sebarkan artikel ini
Kupat

Tali persatuan dan kesatuan diutamakan, ketika saudara kita sakit maka kitapun merasakan sakit. Begitupun perayaah hari raya lebaran dirayakan dengan ikatan kebersamaan ukhuwah islamiyah.

Ketiga, ketupat berarti “ngaku lepat” atau mengakui segala kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak.

Keempat, ketupat jua bermakna “mangku perkoro papat” atau kita memiliki empat beban perkara. Yakni menjaga hawa nafsu, shalat malam, tadarus atau membaca kitab suci dan zakat atau beramal.

Mangku beban, bukan berarti sebuah perkara yang memberatkan akan tetapi menjadi sebuah ujian untuk menjadi yang terbaik. Karena selama satu bulan didik untuk menjadi manusia yang akan kembali fitrah, sahur di pertiga malam menandakan kita supaya gemar shalat malam. Intinya dalam perkara ini diajarkan nilai-nilai keistiqamahan.

Secara geometri pembuatan ketupatan sangatlah rumit, hal ini menandakan bahwa lika-liku kehidupan manusia amatlah rumit dan terkadang dilumuri banyak dosa. Namun jika membelah ketupat tersebut, sungguh akan takjub karena didalamnya ada sebuah warna putih, bersih dan suci.

Menandakan bahwa pada ramadhan ini kita di didik hatinya untuk kembali menjadi suci. Inilah tuntutan untuk mencapai kesempurnaan yang dikemas secara indah melalui anyaman, ketika dibelah mendapatkan kesucian dan kenikmatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *