Scroll untuk baca artikel
Berita

BPS: 7,23 Juta Orang Masih Menganggur di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen

×

BPS: 7,23 Juta Orang Masih Menganggur di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen
BPS

BARISAN.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, seiring pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 70,57 persen, naik tipis 0,01 poin persentase.

Jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang atau bertambah 522 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 42,60 juta pekerja atau 28,75 persen dari total penduduk bekerja.

BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 poin persentase dibanding Februari 2026. Sementara itu, rata-rata upah buruh tercatat sebesar Rp3,39 juta per bulan.

Di sisi lain, kinerja ekonomi nasional menunjukkan penguatan. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp3.576,2 triliun.

Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen dibanding triwulan I-2026.

Pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 12,26 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran ditopang oleh konsumsi pemerintah yang meningkat 15,08 persen.

Secara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen dibanding triwulan II-2025. Dari sisi produksi, sektor pengadaan listrik dan gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 15,97 persen.

Secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 18,62 persen.

BPS juga mencatat Pulau Jawa masih menjadi motor utama perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 56,47 persen terhadap PDB Indonesia serta mencatat pertumbuhan ekonomi 5,65 persen secara tahunan. []