Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Semarang, Sabtu (12/9/2026).
BARISAN.CO – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Jawa Tengah tak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi 2.242 peserta dari 37 provinsi. Gelaran yang berlangsung di Kota Semarang itu juga membawa pesan tentang kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan keberagaman.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan MTQ Nasional XXXI diharapkan mampu memancarkan pesan kedamaian ke seluruh Indonesia hingga dunia.
“MTQ di Kota Semarang, Jawa Tengah ini untuk memancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia,” kata Luthfi saat membuka MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Luthfi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Menurut dia, MTQ bukan hanya tentang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Pesan keberagaman itu terlihat dari kehadiran sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai provinsi. Sebanyak 14 gubernur hadir dalam pembukaan, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Gubernur Jambi Al Haris, dan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Turut hadir Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Selain itu, tujuh wakil gubernur juga menghadiri kegiatan tersebut, yakni Wagub Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wagub Sumatera Barat Vasko Ruseimy, Wagub Lampung Jihan Nurlela, Wagub Sumatera Utara Surya, Wagub Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Wagub Papua Barat Mohammad Lakotani, dan Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dengan 24 golongan dan 48 kategori musabaqah.
Luthfi menegaskan MTQ tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara.
“MTQ Nasional ini jauh dari kepentingan apa pun, termasuk dari sekadar juara. Saya meyakini bahwa seluruh peserta adalah juara karena telah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.
Dorong Perputaran Ekonomi
Selain membawa pesan keagamaan dan kebersamaan, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Tengah.
Kehadiran kafilah, kepala daerah, serta pelaku UMKM dari berbagai provinsi diperkirakan mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp1,2 triliun selama pelaksanaan MTQ.
Luthfi mengatakan setiap daerah membawa produk UMKM untuk dipamerkan dalam rangkaian MTQ yang berlangsung hingga 20 September 2026.
“MTQ Nasional ini implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah, tapi seluruh provinsi karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Diperkirakan hampir Rp1,2 triliun perputaran ekonomi pada MTQ Nasional di tempat kita ini,” ujar Luthfi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengapresiasi kemeriahan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah.
Menurut Pratikno, MTQ dapat menjadi sarana membangun sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai daerah.
“Ini juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi paling utama saling mengenal dan bersatu,” katanya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menilai pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah berlangsung meriah. Selain perlombaan, rangkaian kegiatan diisi seminar yang diikuti hampir 5.000 peserta serta pameran UMKM.
Ia menyebut terdapat sejumlah inovasi dalam MTQ tahun ini, termasuk penambahan cabang lomba kaligrafi digital yang turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kecintaan masyarakat Jawa Tengah dengan Al-Qur’an ini sangat besar. Pada MTQ Nasional di Jawa Tengah ini juga ada penambahan beberapa cabang perlombaan, termasuk kaligrafi digital, juga melibatkan AI. Tempatnya juga lebih menyatu, antar-venue lebih terkonsentrasi,” ungkap Nasaruddin.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos berharap MTQ Nasional XXXI membawa cahaya dan harmoni menuju Indonesia Emas yang berkeadilan.
Sherly juga mengapresiasi keramahan masyarakat Jawa Tengah serta kuliner yang dinilainya enak dan ekonomis. Ia berharap seluruh rangkaian MTQ Nasional XXXI dapat berjalan lancar hingga selesai. []









