Scroll untuk baca artikel
Berita

Jeritan Petambak Semarang: Tambak Tercemar Limbah Tinja, Wali Kota Didesak Ambil Tindakan Nyata

×

Jeritan Petambak Semarang: Tambak Tercemar Limbah Tinja, Wali Kota Didesak Ambil Tindakan Nyata

Sebarkan artikel ini
limbah tinja meluber wali kota semarang
Tangkapan layar video reels facebook Teha Edy Djohar

Limbah tinja di Terboyo Kulon, Genuk, disebut meluber hingga berdampak pada tambak. Teha Edy Djohar meminta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng segera turun tangan.

BARISAN.CO – Persoalan penampungan limbah tinja di kawasan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, kembali menjadi sorotan.

Presiden Komunitas Kaligawe (KOWE), Teha Edy Djohar, menyebut limpasan limbah dari penampungan yang telah penuh berdampak terhadap aktivitas petambak di kawasan tersebut.

Sorotan itu disampaikan Teha melalui reels yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Jumat (11/9/2026). Dalam video tersebut, Teha memperlihatkan kondisi penampungan limbah yang disebutnya sudah penuh dan meluber ke area sekitar.

“Penampungan limbah tinja yang semrawut. Tolong Ibu Walikota Semarang, Bu Agustina Wilujeng,” tulis petani tamba INI.

Dalam rekaman video, Teha menyebut limpasan limbah telah menyebar ke sejumlah area dan berpotensi mengenai kawasan pertambakan.

“Pembuangan tinja lahannya sudah penuh ini. Meludak. Limbahnya ke mana-mana emang. Petambak terdampak dari limbah yang meludak, yang meluber ke mana-mana,” ujar Teha.

Teha kemudian menunjukkan kondisi penampungan yang menurutnya sudah tidak mampu menampung limbah.

“Nah, lihat ini. Sudah penuh ini,” katanya.

Ia pun meminta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng segera melihat dan menangani kondisi tersebut.

“Ini Bu Wali Kota, Bu Agustina Wilujeng, bagaimana ini penanganannya ini. Ini sudah meludak ke mana-mana ini,” lanjutnya.

Tambak Jadi Perhatian

Sebagai petani tambak, Teha menyoroti persoalan tersebut bukan hanya dari sisi kebersihan lingkungan, tetapi juga potensi dampaknya terhadap aktivitas pertambakan di sekitar Terboyo Kulon.

Limpasan limbah yang masuk ke saluran air atau kawasan tambak berpotensi menjadi persoalan serius apabila terbukti membawa beban pencemar yang memengaruhi kualitas air. Kondisi kualitas air sendiri menjadi faktor penting bagi keberlangsungan budidaya tambak.

Namun, sejauh ini pernyataan mengenai tambak yang terdampak tersebut masih bersumber dari keterangan Teha dalam video. Belum terdapat hasil pengujian kualitas air atau keterangan resmi dari instansi berwenang yang memastikan tingkat dampak limbah terhadap tambak, termasuk tambak yang dikelola Teha.

Lokasi yang disorot dalam video berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Terboyo Kulon di Kecamatan Genuk. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan sanitasi Kota Semarang untuk mengolah lumpur tinja dari tangki septik masyarakat.

Wali Kota Semarang Didesak Turun Tangan

Teha berharap pemerintah kota tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut, terutama jika limpasan limbah benar-benar telah mencapai area yang digunakan untuk aktivitas pertambakan.

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas penampungan, sistem pengolahan, serta mekanisme penanganan ketika volume lumpur tinja yang masuk telah mencapai kapasitas fasilitas.

Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait diharapkan memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini IPLT Terboyo Kulon, penyebab limpasan, serta langkah yang akan dilakukan untuk mencegah dampaknya meluas ke lingkungan dan kawasan tambak.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengenai kondisi yang disampaikan Teha Edy Djohar. []