Khulasah
Setelah melihat perbedaan kedua macam cemburu bisa disimpulkan, bahwa cemburu syar’i lebih mulia dan bernilai. Hal itu merupakan sesuatu yang bersifat kerohanian (transendental) yang menunjukkan rasa keimanan kepada Allah.
Sedangkan cemburu thabi’i hanyalah salah satu tabiat atau sifat manusia yang muncul karena dilandasi nafsu atau urusan dunia. (I@m)***