Scroll untuk baca artikel
Opini

Diplomasi Kopiko dan Begitu Teganya Elon Musk

Redaksi
×

Diplomasi Kopiko dan Begitu Teganya Elon Musk

Sebarkan artikel ini

SALUT dengan optimisme Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang sangat yakin CEO Tesla, Elon Musk, segera menggelontorkan investasi pembangunan mobil listrik di Indonesia. Sikap ini perlu dicontoh.

Namun dalam dunia yang kompleks seperti sekarang ini, optimisme saja ternyata tidak cukup. Dalam investasi tidak hanya sebatas kepentingan ekonomi tetapi juga berkelindan urusan geopolitik strategis.

Tidak ada alasan yang dapat dimintai konfirmasi misalnya mengapa Elon Musk justru berencana membuat kantor perwakilan, showroom dan juga pusat suku cadang di Malaysia.

Kenapa tidak di Indonesia? Padahal Menteri Luhut dan rombongan pernah melobi Elon Musk sampai mendatangi pabriknya dan berfoto membawa permen Kopiko.

Berikutnya pada lain kesempatan, Presiden Jokowi juga menemui Elon Musk di perusahaan wisata antariksanya. Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX). Lagi-lagi meyakinkan Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Sampai saat ini belum ada kepastian apakah Elon Musk akan segera membuka pabrik Tesla di Indonesia. Padahal Pemerintah Indonesia sudah mengobral beragam insentif.

Seperti disitat dari CNBC Indonesia, Pemerintah di antaranya memberi keringanan pajak hingga konsesi untuk menambang nikel. Dahsyat!

Tesla Buka Pabrik di Meksiko

Sebenarnya bila pun Elon Musk urung membuat pabrik Tesla di Indonesia, Pemerintah tak harus gusar atau merasa rendah diri. Apalagi merasa gagal.

Karena yang berharap Elon Musk untuk membangun ekosistem mobil listrik tidak hanya Indonesia tetapi juga Jerman, Belanda dan Kolombia.

Tapi seperti dikutip dari The Los Angeles Times edisi daring 3 Maret 2023, Elon Musk justru akan membangun pabrik terbesarnya di Meksiko dengan nilai investasi mencapai $10 miliar atau setara 152,8 triliun di Negara Bagian Nuevo Leon.

Alasan membangun pabrik di Meksiko seperti disebutkan Gubernur Nuevo Leon, Samuel Garcia, karen biayanya yang lebih rendah, tenaga kerja yang tersedia, dan kedekatan dengan pemasok suku cadang utama di Texas, Amerika Serikat.

Tentu saja rencana membangun gigafactory di Meksiko bagian utara tersebut disambut baik publik Meksiko. Rencana itu disebut kemenangan besar Meksiko menarik investor terutama setelah banyaknya pengangguran akibat pandemi Covid-19.

Data yang ditulis Los Angeles Times menyebutkan, dana yang diinvestasikan di Meksiko merupakan bagian dari duit yang diinvestasikan perusahaan yang sudah mencapai $28 miliar hingga saat ini secara global. Bahkan diprediksi investasi mendatang bisa menghabiskan antara $150 miliar dan $175 miliar untuk mencapai tujuannya memproduksi 20 juta mobil per tahun.

Lalu, Indonesia kebagian apa?