Scroll untuk baca artikel
Blog

Duduk Perkara ‘Utang Tersembunyi’ Indonesia Kepada Cina

Redaksi
×

Duduk Perkara ‘Utang Tersembunyi’ Indonesia Kepada Cina

Sebarkan artikel ini

Posisi ULN swasta yang berasal dari Cina pun melesat ke urutan ketiga terbanyak. Hanya di bawah Singapura dan Amerika Serikat. Namun, Cina tak tertandingi dalam laju kenaikan sejak akhir tahun 2007.

Dapat ditambahkan, negara kreditur lain yang juga tercatat naik pesat adalah Hongkong. Posisi akhir Juni 2021 mencapai US$15,09 miliar atau meningkat lima kali lipat dibanding akhir 2007. Posisinya di urutan kelima terbesar. SULNI membedakan Hongkong dengan Cina (Tiongkok).

Perlu diketahui bahwa ULN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang dikategorikan sebagai ULN swasta dalam SULNI. Posisi ULN BUMN sebesar US$60,5 miliar atau 29,23% dari total Swasta pada akhir Juni 2021. Porsinya cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir. Masih sebesar 6,51% pada akhir tahun 2007 dan 18,77% pada akhir 2014.

Sayangnya, SULNI tidak menyajikan data rincian kreditur bagi ULN kelompok BUMN. Begitu pula bagi kelompok swasta nonBUMN seperti: swasta asing, swasta campuran, dan swasta nasional. Padahal riset AidData di atas mensinyalir adanya utang dari Cina kepada berbagai pihak di Indonesia yang terkait dengan strategi pengembangan Belt and Road Initiative (BRI).

Transaksi modal finansial antarnegara sebenarnya tidak cukup dilihat dalam aspek utang piutang saja, melainkan juga dalam hal penanaman modal. Beberapa instrumen penanaman modal asing (PMA) memiliki karakteristik seperti utang. Tentu saja butuh pemeriksaan lebih lanjut atas hal teknis ini pada masing-masing kasus.

Bagaimanapun, arus PMA suatu negara ke negara lain pada umumnya beriringan dengan arus utang. Sederhananya, sebagian utang memang diberikan pada korporasi atau proyek yang kait-berkait. Sebagaimana contoh proyek kereta cepat Cina di atas, ada skema utang dan ada skema PMA.

Dalam hal arus PMA ke Indonesia, Cina tercatat mengalami kenaikan paling signifikan. Dari urutan di luar sepuluh besar pada tahun 2014, menjadi negara asal PMA terbesar kedua selama tahun 2019 dan 2020. Hanya di bawah Singapura, dan telah melampaui Jepang selama dua tahun itu.  

PMA dari Hongkong pun tercatat sebagai urutan ketiga pada tahun 2020. Melampaui arus PMA dari Jepang yang di masa lalu menduduki urutan satu atau dua teratas.

Arus utang dan penanaman modal biasanya terkait pula dengan transaksi ekspor impor barang. Sebagai contoh, sebagian impor berhubungan dengan bahan baku atau barang modal bagi suatu proyek. Sedangkan proyek tersebut merupakan swasta asing atau swasta campuran dan memiliki hubungan utang piutang dengan negara bersangkutan. Hubungan bisa pula dalam hal ekspor atas produksi suatu proyek.