Sebagaimana umum diketahui, porsi ekspor Indonesia terbesar adalah ke Cina. Pada tahun 2020, mencapai 19,46% dari total ekspor. Bahkan, porsi impor dari Cina mencapai 28% dari total impor. Kedua porsi tersebut cenderung meningkat selama beberapa tahun terakhir.
Dengan uraian di atas, penulis tidak bermaksud terlibat dalam perbincangan kontroversial soal dominasi bahkan “ancaman Cina”. Analisisnya lebih kepada sinyalemen adanya “utang tersembunyi” dari Cina ke Indonesia.
Dari besaran angka dalam uraian di atas dibandingkan dengan informasi AidData, maka sebenarnya transaksi modal finansial “telah dicatat” dalam statistik resmi. Terutama pada statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) dan sebagian lagi dalam data penanaman modal asing.
Informasi dari AidData mestinya mendorong otoritas ekonomi untuk memberi penjelasan yang memadai kepada publik, agar tidak berkembang menjadi berbagai dugaan atau spekulasi. Terutama sekali terkait dengan utang luar negeri BUMN. Terlebih informasi tentang BUMN yang memiliki proyek kerjasama atau transaksi bernilai besar dengan pihak Cina.
Kita tidak mengharapkan adanya berita buruk yang mengejutkan di masa mendatang. Semisal ada beberapa BUMN yang gagal bayar utang ataupun terpaksa dijual merugi. [dmr]