Scroll untuk baca artikel
Video

Elaborasi Puisi, Musik dan Tari pada Gelaran Tadaburan

Redaksi
×

Elaborasi Puisi, Musik dan Tari pada Gelaran Tadaburan

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Gelaran Tadaburan edisi 3 berlangsung meriah hingga penonton memenuhi isi ruang warung Kaula Kopi hingga meluber berdiri di jalan. Suguhan penampilan elaborasi seni puisi, musik dan tari membuat penonton terpukau.

Sajian elaborasi Beno Siang Pamungkas membacakan puisi, diiringi musik Yanuar Kurniawan dan tarian oleh Mentari Isnaini dalam acara Panen, Soft Launching Puisi Beno Siang Pamungkas, Sabtu (12/2/2023).

Koordinator acara Tadaburan Ardi Kafha mengatakan kegiatan ini masuk edisi ketiga sebelumnya tadaburan novel. Acara ini juga bagian dari peringatan satu abad NU.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Lesbumi PWNU Jawa Tengah, Kasatmata Creativa dan media partner Barisan.co,” terang Ardi.

Tadaburan kumpulan puisi Beno Siang Pamungkas dibuka dengan nyanyian musik blues dari Unang Widjonarko yang membawakan lagu berjudul Santri Bajingan.

Acara langsung dipimpin Ardi Kafha memanggil penulis buku Kumpulan Puisi Panen, Beno Siang Pamungkas yang didampingi Yanuar Kurniawan dan Mentari Isnaini. Gelaran ini upaya menggali proses kreatif lahirnya kumpulan puisi Panen.

Musisi Band Rock Olly Oxen Semarang, Yanuar Kurniawan mengatakan bahwasanya Beno Siang Pamungkas merupakan sastrawan yang visioner.

“Mas Beno bagi saya ialah seorang sastrawan yang visioner. Pemilihan kata pada puisi-puisinya sangat lugas namun diksinya juga unik jika dipahami. Dari syair maupun cara beliau bergaul tak lekang oleh waktu,” terangnya.

Selain sastrawan yang vision, Beno Siang Pamungkas adalah sosok yang bisa bersahabat dengan siapa pun.

“Hal itu terbukti karena saya bisa bersahabat dengan beliau meski umur saya hampir setengah dari umurnya. Karya-karyanya dapat dinikmati lintas generasi. Walaupun proses kreatifnya sudah beda jauh dengan sekarang tetapi hasilnya tetap berelasi dan mewakili masa kini. Dua kata untuk beliau Best Ever,” jelasnya.

Beno Siang Pamungkas mengatakan bahwa buku Panen bisa dibilang niat yang tertunda, saya sudah lama tidak menulis buku puisi. Juga terkait dengan janji kepada anaknya yang dipersembahkan untuk calon cucunya.

“Kenapa bukunya berjudul Panen, ini diambil dari salah satu judul buku puisi saya. Panen saya anggap isi keseluruhan isi buku,” ujarnya.

Gelaran tadaburan edisi empat dihadiri beragam seniman dan budayawan Semarang juga KH Sholahuddin Shodaqoh yang turu memberikan doa acara soft launching puisi Beno Siang Pamungkas.

Selain itu, ada pembacaan puisi Timur Sinar Suprabana, Eko Tunas, dan Tridhatu serta testimoni dari Ketua Dewan Kesenian Semarang Adhitia Armitrianto dan Ketua Hysteria, Adin Mbuh. [Luk]