[FOKUS] Filosofi Pendidikan Keluarga: Anak Hanya Titipan

  • Whatsapp
Pendidikan anal dalam keluarga

Barisan.co – Keluarga merupakan tempat awal bagi anak mendapatkan pendidikan. Perlu dipahami pengertian tentang pendidikan keluarga. Pendidikan menurut John Dewey adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.

Arti dari pendidikan anak dalam keluarga adalah usaha dan proses pendidikan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya. Usaha tersebut mulai dari menyampaikan materi-materi sesuai tumbuh kembang anak.

Bacaan Lainnya

Penyampaian materi kepada anak tentunya menggunakan metode. Metode yang biasa diterapkan adalah metode keteladanan, pembiasaan, nasehat dan tentunya pengawasan terhadap anak. Metode tersebut tentunya disesuaikan dengan materi dan perkembangan anak.

Anak perlu diberikan latihan-latihan dan bimbingan tentang sikap dan perilaku terlebih bimbingan agama. Hendaknya orang tua memberikan teladan yang baik. Proses pendidikan jangan dengan pola pembelajaran yang kaku.

Bapak Homescooler Supardi Kafha dalam acara Mimbar Virtual Barisan.co mengatakan perlua ada rumusan filosofi keluarga. Ada dua rumusan dalam membangun filosofi keluarga.

“Rumusan itu yakni, rumusan tujuan akhir yang kita harapkan dari proses pendidikan yang kita jalani dan prinsip-prinsip yang akan memandu kita sepanjang jalan menuju tujuan akhir.”

Sedangkan pendidikan anak yang perlu ditekankan tentang anak itu sendiri. Menurut Kafha anak bukanlah aset pribadi orangtua, melainkan hanya titipan. Titipan dari Tuhan dan titipan dari umat manusia.

Hal inilah dasar pendidikan keluarga. Seiring perkembangannya ada beragam istilah pendidikan keluarga seperti homeschooler dan home schooling. Di keluarga sukses dan tidaknya proses pembelajaran tergantung peran orang tua. Mengutip Charlotte Mason bahwa orangtua adalah profesi paliang penting di dunia.

Anak itu amanat Allah Swt kepada para orang tua. Amanat adalah sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban. Sebagaimana  Firman Allah Swt dalam Surat Al-Anfal ayat 27:

يأيها الذ ين امنوا لاتخونواالله والرسول وتخونوا امنتكم وانتم تعلمون

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati manat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Penulis: Lukni

Pos terkait