BARISAN.CO – Hampir semua orang di dunia ini menyukai musik. Dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan lansia. Tak heran jika kemudian pemerintah Prancis menetapkan 21 Juni sebagai Hari Musik Sedunia atau Fede de la Musique di tahun 1982.
Saat itu Hari Musik Sedunia bertepatan dengan perayaan Summer Solstice atau mengamati titik balik matahari saat musim panas. Masyarakat Paris pun turun ke jalan untuk menikmati berbagai acara menarik, seperti tari dan konser musik.
Setelah perayaan Hari Musik Sedunia di Paris, beberapa negara ikut merayakannya, di antaranya India, Italia, Yunani, Rusia, Italia, Amerika Serikat, Jepang, Cina dan Malaysia.
Biasanya pada perayaan ini, sejumlah musisi turun ke jalan dan selalu ada konser gratis, sehingga sayang untuk dilewatkan.
Sejak kapan musik ada dan mengapa banyak yang menyukainya?
Pada tahun 2009, para arkeolog menggali sebuah gua di Jerman Selatan. Mereka menemukan seruling yang diukir dari tulang sayap burung nasar atau bangkai. Ternyata artefak tersebut merupakan alat musik tertua di bumi. Hal ini menunjukkan jika orang telah membuat musik selama lebih dari 40.000 tahun.
Meskipun para ilmuwan tidak tahu persis kapan manusia mendengarkan musik, mereka memahami mengapa kita menyukainya. Mendengarkan musik terbukti memiliki banyak manfaat baik secara individu maupun kolektif. Musik bisa meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosional.
1. Musik menghubungkan kita
Salah satu fungsi musik yang paling penting menurut para ilmuwan adalah menciptakan perasaan kohesi atau keterhubungan sosial. Ilmuwan evolusi mengatakan manusia bergantung pada musik sebagai alat komunikasi karena nenek moyang kita adalah keturunan spesies arboreal – penghuni pohon yang memanggil satu sama lain dengan melintasi kanopi.
2. Musik ampuh menyatukan orang
Lagu kebangsaan menghubungkan orang banyak di acara olahraga. Lagu dalam aksi protes mampu membangkitkan semangat dan menyatukan tujuan. Begitu juga dengan lagu rohani di rumah ibadah bisa membangun identitas kelompok. Saat orang tua menyanyikan lagu pengantar tidur kepada anak-anak mereka bisa menciptakan rasa aman, sehingga anak-anak mereka pun tertidur pulas.
Itulah bukti bahwa musik ampuh menyatukan orang.
3. Meningkatkan daya ingat
Musik sangat bermanfaat bagi otak manusia seperti meningkatkan daya ingat. Dalam suatu penelitian, ilmuwan memberi orang – orang tugas untuk membaca buku dan membuat daftar kata. Mereka diperintahkan untuk menghafalnya sembari mendengarkan musik klasik.
Hasilnya, mereka yang mengerjakan tugas sembari mendengarkan musik klasik lebih unggul ketimbang mereka yang bekerja dalam diam. Studi memang membuktikan bahwa musik klasik seperti mozart dapat membantu orang menyelesaikan tugas lebih cepat dan akurat.
Bagi Anda yang ingin fokus dalam mengerjakan sesuatu misalnya persentasi untuk kuliah dan pekerjaan bisa sambil mendengarkan musik klasik. Karena pada penelitian yang dilakukan Stanford University School of Medicine pada 2007, musik dari zaman barok (tahun 1600 – 1750 –an) dapat mengubah bagian tertentu di otak sehingga orang yang mendengarkannya dapat lebih fokus dalam bekerja.
4. Mengatasi gejala depresi dan kecemasan
Sebuah penelitian di tahun 2017 menyimpulkan bahwa mendengarkan musik, khususnya klasik yang dikombinasikan dengan jazz, berefek positif pada gejala depresi.
Musik juga membantu menenangkan kita saat cemas. Hal itu terbukti pada penderita stroke yang merasa rileks setelah mendengarkan musik selama satu jam. Studi lainnya, musik yang dipadukan dengan suara alam membantu orang mengurangi kecemasan. Bahkan orang yang menghadapi penyakit kritis merasa tenang setelah terapi musik.
5. Mengurangi kelelahan
Pada tahun 2015, para peneliti di Universitas Shanghai menemukan bahwa musik santai membantu mengurangi kelelahan dan menjaga daya tahan otot ketika orang – orang melakukan tugas yang berulang.
Seperti halnya ketika Anda merasa lelah di jalan setelah bekerja seharian dan terjebak macet, lalu mendengarkan musik atau siaran radio, Anda pasti akan merasa berenergi.
6. Meningkatkan performa olahraga
Penggemar olahraga pasti tahu jika musik meningkatkan kinerja fisik mereka. Sebuah penelitian di tahun 2020 menunjukkan bahwa berolahraga dengan musik meningkatkan suasana hati dan durasi latihan. Musik bertindak sebagai metronom dalam tubuh, begitu kata para peneliti.
7. Meningkatkan mood
Menurut sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience, lagu – lagu klasik dapat mendorong pelepasan dopamin yakni zat kimia dalam otak yang membuat seseorang bergembira.
8. Meningkatkan kesehatan jantung
Mendengarkan musik dapat mengubah laju napas, detak jantung dan tekanan darah seseorang, tergantung pada intensitas dan tempo musik.
Sebuah studi dilakukan seorang profesor kardiologi dari Fakultas Kedokteran di Universitas Belgrade, Predrag Mitrovic, MD, PhD dan dipaparkan pada konferensi American College of Cardiology pada Maret 2020. Dalam persentasinya, ia menjelaskan jika mendengarkan musik selama 20 menit setiap harinya dapat mengurangi kecemasan dan nyeri dada akibat serangan jantung.
Kemunculan musik pertama kali memang masih menjadi teka-teki, tapi menurut saya musik sudah ada sejak alam semesta ini diciptakan. Musik hadir di kehidupan kita, di mana saja dan kapan saja. Seperti yang diungkapkan oleh Freddie Highmore dalam film August Rush, “The music is all around us, all you have to do … is listen” – dari desiran angin, suara pepohonan, hingga kicauan burung. Cobalah dengarkan dan rasakan manfaatnya. Selamat Hari Musik Sedunia!









