Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Jadi Duta Piala Dunia, David Beckham Dikritik

Redaksi
×

Jadi Duta Piala Dunia, David Beckham Dikritik

Sebarkan artikel ini

Menurut The Sun tahun lalu, David menjadi ambasador Piala Dunia FIFA 2022 Qatar setelah menandatangani kesepakatan bernilai 15 juta Euro per tahun selama 10 tahun ke depan.

BARISAN.CO – Eric Cantona mengkritik mantan rekan setimnya di Manchenster United, David Beckham atas posisinya sebagai duta Piala Dunia Qatar 2022. Ha itu dia sampaikan pada September lalu.

Mengutip Euro Sport, selain David, mantan pemain Tim Cahill, Cafu, Samuel Eto’o, Xavi Hernandes, dan Ronald Boer juga memegang posisi duta Piala Dunia yang akan diselenggarakan pada November hingga Desember tahun ini.

Pada awal 2022, Eric menyebut, dia akan memboikot Piala Dunia 2022 sebagai protes atas pelanggaran hak asasi manusia terkait pembangunan infrastruktur di Qatar.

“Ini hanya tentang uang dan cara mereka memperlakukan orang-orang yang membangun stadion itu mengerikan. Ribuan orang meninggal, namun kami akan merayakan Piala Dunia ini,” katanya.

Dia, secara pribadi mengaku, tidak akan menonton pertandingan itu.

“Saya mengerti sepak bola adalah bisnis. Tapi, saya pikir itu adalah satu-satunya tempat di mana semua orang bisa memiliki kesempatan,” jelas Eric.

Menurut The Sun tahun lalu, David menjadi ambasador Piala Dunia FIFA 2022 Qatar setelah menandatangani kesepakatan bernilai 15 juta Euro per tahun selama 10 tahun ke depan.

Mantan pemain sayap MU ini akan membantu mempromosikan Piala Dunia ke seluruh dunia. DIa juga akan bertugas menjadi duta sepak bola Qatar untuk tahun-tahun mendatang dan membantu agar tumbuh di panggung internasional.

Sebuah sumber mengatakan kepada The Sun, David percaya pada komitmen Qatar untuk maju dan Piala Dunia yang pertama di dunia Arab ini akan memberikan perubahan positif yang signifikan.

“Dia sangat percaya pada kekuatan sepak bola untuk menjembatani perbedaan, tetapi yang terpenting, telah melihat kemajuan pada isu-isu utama,” jelas sumber tersebut.

Tim Sparv, pemain sepak bola asal Finlandia juga mengecam Piala Dunia 2022. Dalam video yang dibagikan melalui akun Twitternya, Tim mengatakan, ada dua hal ingin dia sampaikan.

“Salah satunya adalah apa yang terjadi ketika Anda, sebagai pemain, angkat bicara tentang Qatar. Yang lainnya adalah apa yang dipertaruhkan di Piala Dunia ini karena menurut saya, tidak semua orang memahami sepenuhnya. Ya, ribuan nyawa telah hilang. Tetapi, jika kita tetap diam sekarang, keputusan dapat dibuat yang akan menyebabkan lebih banyak lagi kematian. Dan, untuk pertandingan yang kami sukai, saya khawatir ini mendekati titik puncaknya. Saya tahu akan sulit memahami harga manusia sebenarnya dari Piala Dunia ini. Tahun lalu saja, kami melihat beberapa berita buruk tentang korban tewas sejak tahun 2010,” papar Tim.

Selain pemain sepak bola, para fans tak mau ketinggalan. Fans di stadion di seluruh Jerman pada Sabtu (5/11/2022), menyerukan boikot Piala Dunia Qatar. Di Dortmund, penggemar membentangkan spanduk bertuliskan ‘BOYCOTT QATAR 2022’.