Jahe Tanaman Surga, Inilah Manfaatnya

  • Whatsapp
Jahe
Jahe/Foto: detik.net.id

Barisan.co – Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak rempah-rempah. Sehingga banyak Negara asing yang ingin menjajah Indonesia, di karenakan banyaknya rempah-rempah. Salah satunya yakni tanaman jahe, yang memiliki khasiat dan manfaat.

Jahe tumbuh dan berkembang dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina, kedua Negara ini dalam sejarahnya Negara yang pertama kali memanfaatkan tumbuhan jahe. Tanaman jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu, dimanfaatkan oleh bangsa Cina sebagai ramuan obat dan bahan minuman, bumbu masak.

Bacaan Lainnya

Jahe termasuk kedalam suku temu-temuan (zingiberaceae) sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak, kunyit, kencur, dan lengkuas.

Di masing-masing daerah memiliki berbagai macam penyebutan seperti halia (aceh), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura) dsb.

Ciri-ciri tumbuhan jahe memiliki ketinggian 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Memiliki daun yang sempit, yang panjangnya hanya 15-23 mm dna lebarnya 8-15 mm, tangkai daunya berbulu.

Jahe memiliki macam-macam jenis, namun jahe dapat dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Pada umumnya dikenal kedalam 3 varietas jahe yakni; pertama, jahe putih atau kuning bisa disebut dengan jahe gajah atau badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietes lainnya.

Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe obat. Kedua, jahe putih atau kuning kecil atau biasa disebut dengan jahe suntil atau jahe emprit. Memiliki ruas kecil agak rata sampai agak sedikit mengembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih besar dari jahe gajah. Sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini sangat cocok sebagai ramuan obat-obatan atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

Ketiga, jahe merah, memiliki rimpang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. Jahe merah selalu dipanen setelah tua dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil maupun jahe gajah. Jahe merah ini sangat cocok untuk ramuan obat-obatan.

Budidaya

Sungguh luar bias, jika kita dapat mengetahui menfaat dan kandungan didaam jahe tersebut. Karena jahe merupakan tumbuhan yang digunakan sejak lama, dan bahkan jahe dapat memperpanjang umur.

Tumbuhan jahe memiliki berbagai macam manfaat dari batang hingga daunya. Bisanya batang atau rimpang jahe digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti kue, roti, biskuit, kembang gula. Juga sebagai rasa dan aroma untuk minuman.

Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalapan, sekoteng maupun sirup. Bahkan pada era sekarang ini jahe juga bermanfaat untuk pembuatan petisida alami.

Dalam perdagangan jahe dapat dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping juga terdapat hasil dari olahan jehe seperti; minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman berakhohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Bahkan dalam racikan obat tradisonal, jahe dapat berfungsi sebagai karminatif (peluruh kentut), obat anti muntah, pereda kejang-kejang, anti pengerasan pembulu darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Itulah sedikit manfaat dari tumbuhan yang satu ini, seiring perkembangannya jahe dapat dimanfatkan dari berbagai macam olahan obat, makanan, minuman dan industri.

Jika kita menyadari tumbuhan ini banyak manfaatnya, maka saatnya kita membudidayakan selain dimanfaatkan untuk pribadi juga dapat dikembangkan menjadi usaha agrobisnis.

Bahkan ketika kita memiliki keahilan dalam bidang pengelolaan, kita bisa mengelola agrobisnis tersebut, selain penjualan berbentuk segar. Misalkan untuk pembuatan minuman, makanan maupun industri pengelolaan lainnya.

Tumbuhan Surga

Tumbuhan jahe juga tersirat didalam al-Qur’an, sungguh mulyanya tumbuhan yang satu ini:

 “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe”. (QS. Al-Insaan ayat 17).

Kalo kita mau belajar tentu kita bisa mendapatkan banyak manfaat dan informasi, Muhammad sebagai pembawa risalah menyebutkan jahe dalam ajarannya. Padahal jahe itu dapat tumbuh didaerah subur dan beriklim tropis serta membutuhkan banyak sianr matahari yang tidak terlalu panas.

Sedangkan agama Islam diturunkan di Negara arab, yang memiliki curah hujan yang rendah dan tandus tanahnya. Rasul Muhammad telah mengajarkan kepada kita untuk terus belajar yang tidak ada dinegara kita, Allah telah menunjukan kebesarnya karena Ia maha tahu.

Di dalam surga kita disuguhi minuman yang memiliki campuran jahe, memiliki kandungan kehangatan. Maka saatnya kita menjadi seorang yang mampu berdiri atas keagungan firman Allah. Pada setiap firmannya terdapat tanda-tanda kebesaran yang dapat mengispirasi kita menjadi wirausaha yang sukses, salah satunya tumbuhan jahe.

Bahkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Menristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah melakukan uji klinis terhadap jahe merah, jambu biji dan minyak kelapa murni yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan tubuh dari paparan COVID-19 atau virus corona.

Menristek Bambang P. S. Brodjonegoro dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kita sudah melakukan baik sistematic review, kemudian studi bioinformatika dan saat ini sedang melakukan uji klinis, terutama di Rumah Sakit Wisma Atlet, terutama untuk bahan-bahan seperti jahe merah, jambu biji dan kemudian juga virgin coconut oil.

Penulis: Lukni

Pos terkait