Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Jahe Tanaman Surga, Inilah Manfaatnya

Redaksi
×

Jahe Tanaman Surga, Inilah Manfaatnya

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak rempah-rempah. Sehingga banyak Negara asing yang ingin menjajah Indonesia, di karenakan banyaknya rempah-rempah. Salah satunya yakni tanaman jahe, yang memiliki khasiat dan manfaat.

Jahe tumbuh dan berkembang dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina, kedua Negara ini dalam sejarahnya Negara yang pertama kali memanfaatkan tumbuhan jahe. Tanaman jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu, dimanfaatkan oleh bangsa Cina sebagai ramuan obat dan bahan minuman, bumbu masak.

Jahe termasuk kedalam suku temu-temuan (zingiberaceae) sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak, kunyit, kencur, dan lengkuas.

Di masing-masing daerah memiliki berbagai macam penyebutan seperti halia (aceh), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura) dsb.

Ciri-ciri tumbuhan jahe memiliki ketinggian 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Memiliki daun yang sempit, yang panjangnya hanya 15-23 mm dna lebarnya 8-15 mm, tangkai daunya berbulu.

Jahe memiliki macam-macam jenis, namun jahe dapat dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Pada umumnya dikenal kedalam 3 varietas jahe yakni; pertama, jahe putih atau kuning bisa disebut dengan jahe gajah atau badak. Rimpangnya lebih besar dan gemuk, ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietes lainnya.

Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe obat. Kedua, jahe putih atau kuning kecil atau biasa disebut dengan jahe suntil atau jahe emprit. Memiliki ruas kecil agak rata sampai agak sedikit mengembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih besar dari jahe gajah. Sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini sangat cocok sebagai ramuan obat-obatan atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.

Ketiga, jahe merah, memiliki rimpang berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. Jahe merah selalu dipanen setelah tua dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil maupun jahe gajah. Jahe merah ini sangat cocok untuk ramuan obat-obatan.

Budidaya

Sungguh luar bias, jika kita dapat mengetahui menfaat dan kandungan didaam jahe tersebut. Karena jahe merupakan tumbuhan yang digunakan sejak lama, dan bahkan jahe dapat memperpanjang umur.

Tumbuhan jahe memiliki berbagai macam manfaat dari batang hingga daunya. Bisanya batang atau rimpang jahe digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti kue, roti, biskuit, kembang gula. Juga sebagai rasa dan aroma untuk minuman.

Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalapan, sekoteng maupun sirup. Bahkan pada era sekarang ini jahe juga bermanfaat untuk pembuatan petisida alami.

Dalam perdagangan jahe dapat dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping juga terdapat hasil dari olahan jehe seperti; minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman berakhohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Bahkan dalam racikan obat tradisonal, jahe dapat berfungsi sebagai karminatif (peluruh kentut), obat anti muntah, pereda kejang-kejang, anti pengerasan pembulu darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.