Scroll untuk baca artikel
Blog

Kepolisian Jerman Tangkap Pengelola Situs Pornografi Anak Terbesar di Dunia

Redaksi
×

Kepolisian Jerman Tangkap Pengelola Situs Pornografi Anak Terbesar di Dunia

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO Kejaksaan Frankfurt, Jerman, mengumumkan keberhasilannya membobol salah satu situs jaringan pornografi anak internasional terbesar di dunia, Senin (3/5/2021). Situs tersebut diketahui menghimpun lebih dari 400.000 anggota terdaftar.

Situs pornografi yang bernaung di bawah forum bernama ”Boystown” itu punya anggota dari beragam negara. Diketahui, anggota forum Boystown terlibat aktif membagi pornografi termasuk saling memberi saran kepada anggota lainnya tentang cara menghindari pantauan aparat.

Polisi Jerman telah menyelidiki situs ini selama berbulan-bulan. Selain di Jerman, penyelidikan juga dilakukan di beberapa negara Eropa dan Amerika. Hasilnya, polisi telah menangkap tiga pria yang menjadi pengelola situs pornografi anak tersebut.

Dilansir dari VOA, satu dari ketiganya telah ditangkap di Paraguay dan kini sedang menunggu ekstradisi. Sementara dua lainnya adalah seorang pria berusia 40 tahun dari Paderborn, dan seorang pria berusia 49 tahun dari Munich.

Dalam perkembangannya, polisi juga menangkap satu lagi tersangka di Hamburg. Orang ini, lansia berumur 64 tahun, disebut-sebut merupakan anggota paling aktif di forum Boystown. Ia diketahui mengunggah lebih dari 3.500 kali sejak 2019.

”Kami akan membuat pelaku bertanggung jawab dan melakukan semua hal untuk melindungi anak-anak dari kejahatan menjijikkan ini,” kata Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer.

Pihak berwenang mengatakan, Boystown telah aktif setidaknya sejak 2019 dalam menyebar pornografi anak. Para pedofil menggunakannya untuk bertukar gambar dan video, serta menonton pornografi anak-anak dan balita. Kebanyakan korban adalah anak laki-laki, dan mereka berasal dari berbagai penjuru dunia.

Kepala Dinas Hukum Negara Bagian Hesse Eva Kuehne-Hoermann menyebut penangkapan itu sebagai kesuksesan besar dalam perang melawan kekerasan seksual terhadap anak-anak. ”Penyelidik menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman bagi kriminal di mana pun,” ujarnya.

Dalam keterangan polisi, jaringan yang diungkap ini tidak menggunakan peramban umum yang dikenal banyak orang. Para pengguna menggunakan peramban khusus dengan keamanan berlapis untuk menutupi identitas penggunanya. Mereka juga menggunakan kanal komunikasi khusus yang hanya bisa diakses anggota terdaftar. Butuh sandi khusus untuk mengakses peramban-peramban tersebut.

Diketahui, di Jerman terdakwa kasus pornografi anak bisa dipenjara hampir 10 tahun. Sebelumnya, mantan bintang sepak bola Jerman yang pernah bermain untuk Real Madrid, Christoph Metzelder, juga pernah menjadi salah satu terdakwa kasus pornografi anak. Ia telah divonis 10 bulan karena diketahui membagikan materi pornografi anak melalui Whatsapp. []