Ia bukan sekadar lagu pujian, tetapi gema cinta kepada Nabi yang menembus zaman dari qasidah klasik hingga musik religi modern.
BARISAN.CO – Huwa Ahmadun wa Muhammad bukan sekadar rangkaian lirik yang indah, melainkan ungkapan iman, cinta, dan pengakuan spiritual umat Islam kepada Nabi Muhammad Saw.
Kalimat ini hidup dalam tradisi shalawat dan qasidah klasik, lalu menjangkau generasi modern melalui musik religius kontemporer yang dipopulerkan oleh Maher Zain dan para pelantun shalawat lainnya.
Dalam dunia Islam, menyebut nama Nabi bukan hanya aktivitas verbal, melainkan bentuk dzikir dan penguatan ikatan batin.
Karena itu, shalawat seperti Huwa Ahmadun wa Muhammad tidak pernah kehilangan makna, meski zaman terus berubah.
Makna “Huwa Ahmadun”
Secara bahasa, huwa ahmadun berarti “Dialah Ahmad”. Ahmad adalah salah satu nama Nabi Muhammad Saw yang bermakna yang paling banyak memuji Allah.
Sementara Muhammad berarti yang paling terpuji. Dua nama ini bukan sekadar identitas, melainkan cerminan misi kenabian: hubungan vertikal dengan Allah dan keteladanan horizontal bagi manusia.
Dalam syair ini, penyebutan nama “Ahmad” dan “Muhammad” bukan sekadar pengulangan puitik, melainkan penegasan kemuliaan Nabi sebagai Rasul terakhir yang diutus Allah, pembawa cahaya petunjuk bagi umat manusia, sosok yang menghapus kegelapan dan kebodohan, sekaligus teladan akhlak yang paripurna.
Nama Ahmad mencerminkan hubungan vertikal Nabi dengan Allah sebagai hamba yang paling banyak memuji, sementara nama Muhammad menegaskan kedudukannya sebagai manusia paling terpuji di hadapan seluruh makhluk.
Shalawat Huwa Ahmadun wa Muhammad berakar dari tradisi sastra Arab dan dunia sufi, di mana pujian kepada Nabi disampaikan melalui metafora alam, cahaya, dan cinta.
Ketika kemudian dinyanyikan dalam format musik modern, pesan spiritualnya tetap utuh: mengajak umat untuk mencintai Nabi, meneladani ajarannya, dan memperbanyak shalawat.
Di titik inilah musik menjadi medium dakwah kultural tidak menggurui, tetapi menyentuh hati.
Lirik Huwa Ahmadun wa Muhammad
Teks Arab
هُوَ أَحْمَدٌ وَمُحَمَّدٌ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
بِهَدْيِهِ نَتَعَبَّدُ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ
مَا الطَّيْرُ نَاحَ وَغَرَّدَ
وَهُوَ النَّبِيُّ الْمَاحِي (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
الْوَجْهُ كَالْمِصْبَاحِ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
مَحَا الظَّلَامَ وَنَادَى
نَادَى لِكُلِّ فَلَاحِ
هُوَ أَحْمَدٌ وَمُحَمَّدٌ
بِهَدْيِهِ نَتَعَبَّدُ
يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ
مَا الطَّيْرُ نَاحَ وَغَرَّدَ
وَهُوَ النَّبِيُّ الْحَاشِرُ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
وَنَحْنُ فِيهِ نُفَاخِرُ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
مَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
فَهُوَ الْبَخِيلُ الْخَاسِرُ
وَهُوَ النَّبِيُّ الْعَاقِبُ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
قَمَرٌ أَضَاءَ كَوَاكِبَ (قَلْبِي مُحَمَّدٌ)
مِسْكُ الْخِتَامِ حَبِيبِي
أَعْلَى الْأَنَامِ مَرَاتِبَ









