Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Malaria Ibrahim Sembuh dengan Empedu Kambing

Redaksi
×

Malaria Ibrahim Sembuh dengan Empedu Kambing

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Meski terkadang memiliki ciri-ciri yang tidak jauh berbeda dengan flu, sakit malaria cenderung lebih lama dalam masa penyembuhannya. Namun sebelum itu perjuangan hebat tentu harus dilalui dengan berat, karena berkait dengan nyawa. Berikut pengalaman Ibrahim (48 th) menggunakan empedu kambing untuk pengobatan.

Ibrahim berasal dari Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara yang mengkisahkan pengalamannya kepada redaksi Media Opini Indonesia.

Bagaimana awal mula kisah itu?

Dahulu waktu usia masih muda saya tiba-tiba terserang sakit. sakitnya panas dingin, badan menggingil dipagi hari, selama satu jam, setelah itu sehat lagi, lalu siang begitu, malamnya sehat, dan beoknya begitu lagi. Badan juga rasanya tidak enak, seperti masuk angin, bagai badan dilemparkan ke tembok. Mata berwarna merah, lidah rasanya pahit tak doyan makan.

Setelah itu pengobatan apa saja yang dilakukan?

Demam itu saya minum obat yang saya beli di warung, ada dua jenis obat, yang salah satunya mungkin keras sekali efeknya sampai kedua telinga saya rasanya sakit setelah mengkonsumsi obat itu. Setelah sekitar dua minggu saya lantas berobat ke dokter, dan hasil periksa dinyatakan bahwa saya terkena malaria. Dokter pun memberikan obat untuk diminum, namun setelah obat habis, sakit saya tetap saja, tak kunjung sembuh.

Karena sudah diketahui bahwa saya sakit malaria dari hasil periksa dokter, maka beberapa saudara dan tetangga menyarankan agar saya mengkonsumsi empedu kambing yang masih mentah. Dengan itu saya minta kepada tukang sate agar empedu kambingnya buat saya. setelah saya konsumsi, Alhamdulillah penyembuhannya cepat sekali, sembuh hingga sekarang.

Bagaimana cara konsumsinya?

Empedu kambing yang sebesar ujung jempol kaki orang dewasa ketika mau dipotong dari pangkalnya, usahakan jangan sampai cairan dalam emedu bocor, maka perlu di tali dulu dibawah pangkal. Setelah itu siapkan air panas, (lebih baik mendidih) dalam gelas, lalu celupkan empedu tersebut pada gelas yang telah diisi air panas. Saya tidak tahu kenapa harus panas, disarankannya begitu, mungkin untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang masih menempel pada lapisan luar kulit empedu.

Tunggu hingga air yang ada dalam gelas dingin, setelah itu angkat dari gelas, lalu konsumsi empedu tersebut. Nah, karena rasanya pahit, cara mengkonsumsinya dengan posisi kepala dihadapkan ke atas (mendangak-Jawa), lalu mulut dibuka lebar-lebar, kemudian masukkan empedu itu kedalam mulut dan seketika usahakan langsung ditelan habis. Hal ini untuk mengantisipasi rasa pahit yang dimunculkan oleh empedu, jadi jangan dikunyah.

Bagaimana reaksi badan setelah konsumsi empedu kambing?

Alhamdulillah berangsur sehat, demam juga berkurang, beberapa hari kemudian serasa sembuh kembali. Dan itu juga saya sarankan kepada saudara dan tetangga-tetangga saya yang terserang malaria untuk mengkonsumsi empedu kambing, dan Alhamdulillah sama seperti saya mereka diberikan kesembuhan.

Apakah ada kriteria khusus kambing yang diambil empedunya untuk obat?

Saya kira tidak ada, yang memberikan saran juga tidak menyuruh untuk memilih kambing yang mana. Mungkin bebas mau pilih kambing Jawa, domba, gibas, atau yang mana, tidak ada pengaruh juga kambing jantan atau betina, umur muda atau tua. Karena saya sendiri minta dari tukang sate yang kambingnya saja sebelum disembelih saya sendiri tidak tahu seperti apa wujudnya.

Menurut alumni UGM, dr. Raehanul Bahraen, malaria adalah salah satu penyakit yang sangat membahayakan karena dapat mengakibatkan kematian. Penyebab dari malaria sendiri adalah infeksi. Infeksi ini diakibatkan oleh adanya parasit yakni Plassmodium yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Setiap orang bisa saja terkena penyakit ini. Apalagi jika seseorang tinggal di lingkungan yang kotor sehingga mengakibatkan nyamuk tersebut datang dan menjangkit.