Scroll untuk baca artikel
Berita

Melalui Gathering Developer, Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dengan BP Tapera dan Pelaku Properti

×

Melalui Gathering Developer, Bank Jakarta Perkuat Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dengan BP Tapera dan Pelaku Properti

Sebarkan artikel ini
Gathering Developer Bank Jakarta
Gathering Developer Bank Jakarta mempertemukan BP Tapera dan pelaku properti untuk memperkuat sinergi pembiayaan perumahan.

Bank Jakarta, BP Tapera, dan pengembang perumahan memperkuat sinergi untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat Indonesia.

BARISAN.CO – Bank Jakarta memperkuat komitmennya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyelenggaraan Gathering Developer yang mempertemukan pengembang perumahan, regulator, dan pelaku perbankan.

Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi dalam memperluas akses pembiayaan rumah, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), perbankan, dan pengembang untuk membahas perkembangan industri perumahan nasional, optimalisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), serta peluang kolaborasi dalam mendukung target pemerintah mengurangi backlog perumahan.

Perwakilan BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, memaparkan perkembangan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang hingga kini menjadi instrumen utama pemerintah dalam mendukung kepemilikan rumah bagi MBR.

Menurut Sid, program FLPP terus menjadi tulang punggung pembiayaan rumah subsidi di Indonesia melalui kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.

Skema tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh rumah pertama dengan pembiayaan yang terjangkau dan suku bunga tetap sehingga memberikan kepastian dalam jangka panjang.

“Program FLPP telah membantu jutaan masyarakat memiliki rumah pertama. Ke depan, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sid menambahkan, tingginya kebutuhan hunian nasional masih menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor perumahan. Karena itu, kolaborasi yang erat antara BP Tapera, perbankan, dan pengembang dinilai penting untuk memastikan target pembangunan dan kepemilikan rumah dapat tercapai secara optimal.

Sementara itu, Pemimpin Grup Syariah Bank Jakarta Syariah, Eko Filtra, menilai prospek pembiayaan perumahan Indonesia dalam lima tahun ke depan masih sangat positif.

Tingginya kebutuhan hunian, meningkatnya jumlah keluarga baru setiap tahun, serta berbagai kebijakan pemerintah menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

“Indonesia masih menghadapi backlog perumahan yang cukup besar, sementara kebutuhan rumah terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini menciptakan permintaan pembiayaan perumahan yang akan terus tumbuh, baik pada segmen rumah subsidi maupun rumah komersial,” kata Eko.

Ia menjelaskan, sejumlah kebijakan pemerintah seperti FLPP, program BP Tapera, dan perluasan batas penghasilan MBR melalui Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Permen PKP) Nomor 5 Tahun 2025 menjadi katalis positif bagi industri pembiayaan perumahan. Kebijakan tersebut memungkinkan semakin banyak masyarakat mengakses program rumah subsidi.

Dari sisi perbankan, pembiayaan perumahan tetap menjadi salah satu sektor yang prospektif karena memiliki karakteristik jangka panjang dengan kualitas aset yang relatif stabil.

Perbankan juga diperkirakan akan semakin agresif menghadirkan produk pembiayaan berbasis digital yang lebih fleksibel dan mampu menjangkau generasi muda maupun pekerja sektor informal.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang terus berkembang di berbagai daerah diyakini akan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan kebutuhan hunian sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara perbankan dan pengembang properti.

bank dki jakarta athering Developer
Gathering Developer Bank Jakarta

Pada segmen keuangan syariah, Eko melihat potensi pertumbuhan KPR Syariah juga semakin besar. Peningkatan literasi keuangan syariah, kebutuhan rumah pertama yang tinggi, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri keuangan syariah menjadi faktor utama yang memperkuat prospek pembiayaan perumahan berbasis syariah di Indonesia.

Dalam sesi diskusi, para peserta sepakat bahwa keberhasilan pembangunan sektor perumahan nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan rumah yang terjangkau, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kepemilikan hunian yang layak.

Melalui Gathering Developer ini, Bank Jakarta kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung program perumahan nasional serta memperkuat kemitraan strategis dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan industri properti yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. []