Menangislah, Berikut Beragam Manfaat yang Bisa Diperoleh

  • Whatsapp
Manfaat Menangis
Manfaat Menangis/Ilustrasi: pngfree

BARISAN.CO – “Bapak.. Ibu.., Ahmad berangkat dulunya, mohon doa semoga selamat perjalanan, diberikan kemudahan dalam hal kebaikan” demikian ucap Ahmad ketika berpamitan hendak pergi ke luar kota untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Seketika sembari menjawab Amiin, ayah Ahmad pun meneteskan air mata merelakan anak semata wayangnya untuk tidak di sisinya untuk beberapa waktu.  

Bacaan Lainnya

Menangis memang kerap di sandingkan dengan aktivitas kewanitaan, maka dianggap cengeng ketika seorang laki-laki yang terkesan maskulin ikut menangis. Entah sedang sedih, marah, atau kesakitan, menangis memang jadi luapan emosi seseorang.

Tak jarang wanita dianggap cengeng karena sering menangis.  Namun tahukah anda bahwa meneteskan air mata atau menangis itu justru baik untuk kesehatan kita.

Sebuah penelitian  yang dilakukan oleh Dr. William H. Frey II, biochemist di St Paul-Ramsey Medical Centre di Minnesota menemukan, bahwa senyawa kimia yang keluar karena dipicu emosi atau stres, berbeda  dengan jenis air mata yang keluar karena faktor pemicu dari lingkungan sekitar seperti iritasi

Air mata yang keluar karena dorongan emosi mengandung hormon protein seperti prolactin, adrenocorticotropic, dan leucine enkephalin, yang merupakan penghilang rasa sakit alami, semuanya merupakan respons asli tubuh terhadap kondisi stres.

FAKTA

Air mata yang dikeluarkan saat adanya dorongan emosi atau tekanan mental dapat membantu penyaluran emosi yang lebih sehat tidak hanya dengan mengeluarkan senyawa kimia beracun dari dalam tubuh, namun juga dengan hal-hal berikut.

Untuk pelepasan stress

Tangisan yang dikeluarkan dapat mengurangi rasa stres yang dapat memiliki efek merusak pada kesehatan fisik dalam jangka panjang, seperti menyebabkan munculnya penyakit jantungtekanan darah tinggi serta adanya diabetes tipe 2, bahkan obesitas.

Hal inilah yang menyebabkan setelah mengeluarkan air mata, emosi terasa seperti mengalami perbaikan.

Air mata yang dikeluarkan  dalam kondisi emosional, terbukti memiliki level adrenocorticotrophic atau ACTH yang tinggi, tidak seperti di dalam air mata refleks.

Dengan keluarnya senyawa kimia ini dari dalam tubuh, hormon kortisol pun tidak dipicu untuk keluar sehingga tidak menyebabkan masalah kesehatan.

Membantu  mengatasi duka

Tidak hanya menghilangkan senyawa beracun dari dalam tubuh, menangis juga dapat memberikan manfaat psikologis dengan meningkatkan mood serta membantu diri menyesuaikan dengan situasi berduka.

Dengan menangis di waktu tertekan, emosi yang dikeluarkan cenderung berasal dari emosi terdalam yang akhirnya bisa teratasi dan memberikan kelegaan secara emosional dan bahkan fisik.

Membunuh bakteri

Air mata mengandung anti-bakteri berkat lysozyme, enzim yang memakan dinding sel kuman yang dapat membuat mata terinfeksi. Lysozyme dilaporkan dapat membunuh 90-95 persen bakteri dalam hitungan menit.

Membuat lebih baik

Menangis secara ilmiah dapat membuat tubuh lebih baik. Menangis mengurangi kadar mangan dalam tubuh. Mangan adalah mineral yang memberikan efek pada mood dan banyak ditemukan terkandung dalam air mata dibanding serum darah.

Artinya, terlalu banyak mangan dalam tubuh dapat menyebabkan rasa gelisah, agresi, lelah dan gugup. Menangis akan menurunkan level mangan dan secara otomatis membuat mood menjadi lebih baik.

Membuat melihat lebih jelas

Air mata membuat mata kita dapat melihat lebih jelas dengan memberikan cairan pada bola mata dan kelopak mata, dan mencegah selaput kelenjar air mata kita terkena dehidrasi.

Membuat mata terlihat indah

Setelah menangis, mata juga menjadi berbinar dan terlihat lebih bersih yang membuatnya menjadi lebih indah dilihat.

Beda laki-laki dan perempuan

Adalah wajar jika wanita menangis lebih banyak dari pria, sebab wanita memiliki kada rprolaktin serum yang lebih tinggi dari pria. Prolaktin adalah hormon yang berhubungan dengan produksi airmata dan ASI.

Hormon tersebut membantu mengatur produksi airmata dan berpengaruh terhadap frekuensi menangis wanita. Menariknya, para ilmuwan juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan pola menangis antara anak laki-laki dan perempuan hingga mereka beranjak ke masa pubertas.

Menurut The Independent, setelah sampai pada masa pubertas, sekitar usia 12 – 18 tahun, perempuan memproduksi prolaktin 60% lebih banyak dari laki-laki, yang bisa menyebabkan perempuan menangis 4 atau 5 kali lebih banyak dari laki-laki.

Di luar dunia ilmiah, faktanya orang-orang menangis jauh lebih sering karena alasan atau sebab yang sangat bervariatif. Sebuah penelitian yang melibatkan survey mendapati hasil sebagai berikut: kesedihan menyebabkan 49% tangisan, kebahagiaan menyebabkan 21% tangisan, dan kemarahan mendapat jatah 10%. Sisanya, 7% disebabkan oleh rasa simpati, 4% karena kecemasan, dan terakhir, ketakutan menyumbang sekitar 4%.

Namun manfaat di atas bukan lantas menganjurkan kita untuk banyak menangis, karena terlalu banyak menangis dapat mengindikasikan adanya masalah kejiwaan yang serius, seperti depresi, post-traumatic stress dan depresi seusai persalinan.

Terapi mengeluarkan emosi melalui tangisan sendiri tidak selalu bekerja secara efektif bagi semua orang, terutama mereka yang menderia gangguan emosional yang biasanya kebal terhadap kelegaan setelah menangis. 

Penulis: Alfin Hidayat

Pos terkait