Mengajari Sejarah dengan Cara Menyenangkan kepada Anak

  • Whatsapp
Ilustrasi barisan.co/Bondan PS

Barisan.co – Selain sebagai pengetahuan, sejarah ialah sebuah catatan rentetan peristiwa, sehingga terdapat hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil untuk menentukan masa depan. Waktu yang paling tepat bagi orang tua untuk memperkenalkan sejarah pada anak yaitu sejak usia dini.

Namun, tidak cukup hanya orang tua yang memberikan pendidikan sejarah kepada si anak, tentunya sekolah pun harus mendukungnya dengan kurikulum yang memadai. Mengenalkan sejarah kepada anak sejak dini, ibarat menanam bibit yang baik, sehingga akarnya akan lebih kuat dan kelak akan menghasilkan pohon yang baik.

Bacaan Lainnya

Belakangan santer terdengar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim akan menghapus mapel sejarah. Namun kemudian, ia memastikan dalam kurikulum baru tidak ada rencana untuk menghapus mata pelajaran (mapel) sejarah.

Klarifikasi disampaikan Nadiem Makarim, bahwa tidak benar isu diubahnya mata pelajaran sejarah sebagai pelajaran yang tidak wajib atau mata pelajaran pilihan bagi siswa SMA sederajat.

“Tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional.” Ujarnya dalam video klarifikasi yang ia unggah via instagram pribadinya @nadiemmakarim, Minggu (20/9).

Nadiem menambahkan bahwa, isu ini keluar karena ada pemaparan internal yang tersebar ke masyarakat. Salah satunya terkait permutasi penyederhanaan kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran sejarah.

“Kami punya banyak puluhan versi berbeda yang sekarang sedang melalui focus group discussion (FGD) dan uji publik, namun semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final.” Tutur Nadiem.

Menurut Nadiem, penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022, di tahun 2021 akan melaksanakan prototyping kurikulum baru di sekolah penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional.

Dalam hal itu, tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar pada 2021 dalam skala kurikulum nasional apalagi penghapusan mata pelajaran.

“Yang buat saya mengejutkan adalah komitmen saya terhadap sejarah kebangsaan kita dipertanyakan. Padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita.” Ujarnya.

Nadiem menambahkan bahwa, penghapus mata pelajaran sejarah tidak mungkin ia lakukan lantaran mengingat kakeknya merupakan salah satu tokoh perjuangan dalam kemerdekaan Indonesia pada masa 1945.

“Ayah dan ibu saya seorang aktivis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi anak-anak saya tidak akan tahu bagaimana langkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang.” Tegasnya.

Saya kira, pentingnya mata pelajaran sejarah membuat anak menjadi lebih menghargai perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan Indonesia khususnya. Hal kecil yang bisa kita lakukan yaitu mengunjungi sebuah museum, karena mengunjungi tempat bersejarah seperti museum bisa jadi pilihan yang sangat tepat untuk memperkenalkan sejarah kepada si anak.

Selain itu, menceritakan kisah pahlawan kepada anak juga menjadi poin penting bagi orang tua, dengan menjelaskan sifat-sifat baik yang dimiliki oleh pahlawan nasional dan menceritakan bagaimana perjuangan mereka dalam meraih kemerdekaan Indonesia.

Anak-anak diharap perlu membutuhkan pendekatan dan narasi yang berbeda tentang bagaimana sebuah perjuangan pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Meskipun kurikulum pembelajaran di sekolah menggunakan metode pembelajaran yang paling informatif, namun para guru diharap dapat menyesuaikan dengan bahasa yang sesuai dengan kapasitas muridnya.

Tidak hanya itu, anak-anak bisa mencoba untuk membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menyenangkan sesuai dengan porsinya. Terlepas dari minat masing-masing individu, cara ini dapat membuat sejarah yang kita pelajari menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi anak-anak.

Maka dari itu, pengajaran sejarah membuat pelajar muda menyadari sejak usia dini bahwa mereka sebagai individu, memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan di dunia dan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait