Scroll untuk baca artikel
Blog

Mengenal Radjiman Wedyodiningrat dan Sejarah Diperingatinya Hari Lansia Nasional 29 Mei

Redaksi
×

Mengenal Radjiman Wedyodiningrat dan Sejarah Diperingatinya Hari Lansia Nasional 29 Mei

Sebarkan artikel ini

Radjiman sangat peduli terhadap kesehatan masyarakat, terutama yang tidak mampu. Itu sebabnya dia diangkat menjadi dokter Keraton Surakarta dan mendapat gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dan tambahan nama Wedyodiningrat. Dia juga tercatat pernah menjadi dokter di Rumah Sakit Jiwa Lawang, Jawa Timur, yang namanya kemudian diabadikan pada rumah sakit tersebut: Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat.

Di tengah kesibukannya sebagai dokter, Radjiman juga terlibat aktif dalam pergerakan kaum intelektual di zaman perjuangan. Radjiman ikut berperan dalam lahirnya organisasi Boedi Oetomo dan sempat menjadi ketua organisasi tersebut pada 1914-1915. Ketika memimpin Boedi Oetomo, Radjiman mengusulkan pembentukan milisi rakyat di setiap daerah menyusul pecahnya Perang Dunia I.

Usulan tersebut ditolak Pemerintah Belanda, dan sebagai gantinya Radjiman ditunjuk sebagai anggota Badan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Setelah itu, Radjiman menjadi aktivis Committee van da Javasche Onwikkeling (Java Instituut) dan Indonesiasche Studie Club.

Dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, Radjiman juga aktif menyebarkan aspirasinya melalui coretan pena. Dia sempat menerbitkan majalah Timbul yang digunakan sebagai sebagai wadah untuk aspirasi politiknya secara halus.

Sepak terjangnya itu yang membuat Radjiman kemudian dipercaya menduduki posisi-posisi penting semasa penjajahan Jepang. Radjiman duduk sebagai anggota Shu Sangi kai (Dewan Pertimbangan Daerah) Madiun, kemudian Radjiman diangkat menjadi anggota Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat) pada tahun 1940.

Saat sidang BPUPKI, Radjiman dipercaya sebagi ketua. Melalui BPUPKI inilah Radjiman berperan dalam membangun pondasi bangsa Indonesia. Sidang BPUPKI diawali pertanyaan dari Radjiman tentang dasar negara apa jika kelak Indonesia telah merdeka.

Pertanyaan ini dijawab anggota BPUPKI dengan berbagai usulan tentang dasar negara, di antaranya Bung Karno dengan mengusulkan dasar negara yang ia namakan Pancasila, Trisila, dan Ekasila. Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ki Bagus Hadikusumo.

Radjiman Wedyodiningrat tutup usia pada 20 September 1952 dan dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2013.

Tema HLUN 2021

Pemerintah tahun ini memutuskan mengambil tema “Lanjut Usia Bahagia Bersama Keluarga”. Tema ini diambil dengan maksud, keluarga merupakan lembaga sosial terkecil yang menjadi tempat bagi setiap orang untuk tumbuh dan berkembang.

Dari hal tersebut, orangtua menjadi penjuru atau panutan bagi setiap anak atau generasi muda di bawahnya. Sudah selayaknya keberadaan para orangtua yang mungkin kini sudah menjadi lansia, diberi apresiasi dengan sebaik mungkin di tengah keluarga. [rif]