Scroll untuk baca artikel
Blog

Menjaga Martabat dan Kebutuhan Anak Perempuan

Redaksi
×

Menjaga Martabat dan Kebutuhan Anak Perempuan

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Tanggal 11 Oktober diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Sedunia. Tujuan adanya peringatan ini adalah untuk menyorot hingga mengatasi kebutuhan dan setiap tantangan yang dimiliki anak perempuan. Selain itu juga untuk pemenuhan hak asasi manusia mereka.

Hari Anak Perempuan Sedunia diresmikan pada 19 Desember 2011 di United Nations General Assembly, dengan maksud untuk memperhatikan isu-isu tentang hak anak perempuan di dunia.

Hari Anak Sedunia juga memfokuskan pada perhatian dan kebutuhan guna menyelesaikan permasalahan pada anak perempuan di seluruh dunia, sekaligus menjaga hak asasi mereka agar tetap terpenuhi.

Namun saat ini masih ada saja kasus perdagangan anak, kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, hingga kekerasan seksual secara daring pada anak khususnya.

Sering kali kita dengar kekerasan anak melalui cara digital, salah satu contohnya yaitu kekerasan seksual dan bullying. Hal itu tentu sangat tidak pantas dilakukan apalagi objeknya adalah anak-anak.

Data menyebutkan bahwa, selama pandemi Covid-19 kasus kekerasan fisik dan seksual pada perempuan hingga anak perempuan semakin tinggi.

Bahkan lebih dari 50% anak perempuan pernah diancam di platform online. Tentu saja platform online bisa menjadi tujuan utama para pelaku. Apalagi saat pandemi ini tidak sedikit para anak-anak dan remaja menghabiskan sebagian waktunya untuk gawai.

Sehingga para korban pun akan mengalami depresi hingga stress yang berdampak pada mental anak. Banyak korban yang menjadi tidak percaya diri, memiliki perasaan resah setiap saat, bahkan keinginan bunuh diri.

Lantas bagaimana peran orang tua dalam menanggapi hal miris seperti ini?

Orang tua harus lebih bijak lagi dalam mengawasi anak yang menggunakan ponsel secara terus menerus. Saya kira, mencurigai anak bukan hal yang salah, namun patut dilakukan.

Dengan adanya Hari Anak Perempuan Sedunia ini diharapkan seluruh dunia lebih aware kepada anak-anak perempuan khususnya. Agar tidak ada jatuhnya korban kekerasan pada anak perempuan, sehingga mereka bisa terus menggapai mimpi dan masa depannya.