Scroll untuk baca artikel
Lingkungan

Miris! Indonesia Negara Terindah di Dunia Tapi Banyak Sampah

Redaksi
×

Miris! Indonesia Negara Terindah di Dunia Tapi Banyak Sampah

Sebarkan artikel ini

Indonesia dinobatkan sebagai negara terindah di dunia, tapi sampai saat ini masih menghadapi masalah sampah.

BARISAN.CO – Money.co.uk telah menobatkan Indonesia sebagai negara terindah di dunia. Indonesia mengalahkan negara – negara lain yang juga terkenal akan keindahan alamnya, seperti Selandia Baru dan Jepang.

Analisis situs asal Inggris tersebut menggunakan tujuh indikator yaitu gunung berapi, pegunungan, terumbu karang, kawasan lindung, garis pantai, hutan hujan, serta gletser. Indonesia memenuhi ketujuh indikator tersebut.

Sebagai anak bangsa tentu kita merasa bangga atas prestasi ini. Meski begitu rasanya belum pantas, sebab Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan perhelatan MotoGP yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 18 – 20 Maret lalu. Berdasarkan laporan berbagai media, banyak sampah yang tertinggal di tribune penonton. Tak heran demikian, kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan memang masihlah kurang. Berbeda halnya dengan negara – negara maju lainnya.

Baru – baru ini, organisasi yang fokus pada lingkungan Greeneration Foundation dan mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan aksi bersama membersihkan Sungai Cikapundung, Bandung, Jawa Barat.

Sungai Cikapundung merupakan sungai terpanjang di Kota Bandung dengan panjang sekitar 28 kilometer dan bermuara di Sungai Citarum. Selain berfungsi drainase dan objek wisata, Sungai Cikapundung juga menjadi sumber air untuk warga yang tinggal di hulu sungai di Wilayah Gunung Bukit Tunggal dan Pangparang.

Mirisnya, sungai tersebut tercemar limbah dan sampah. Meski pemerintah telah menggalakkan bersih – bersih sungai dan mengedukasi masyarakat sekitar, gaya hidup masyarakat untuk mencemari sungai tak bisa dihentikan.

Dari aksi River Clean Up dengan tema #LoveLettertoTheEarth dan #JagaSungaiKita tersebut, mereka berhasil mengumpulkan 637, 47 kilogram sampah yang terdiri dari sampah organik, anorganik, dan residu. Menurut Direktur Eksekutif Greeneration Foundation Vanessa Letizia, sampah yang telah terkumpul akan dikelola oleh industri daur ulang Bening Saguling Foundation untuk dipilah dan didaur ulang.

Dalam kegiatan ini turut hadir Ade Sukmana Arifin sebagai Satgas Citarum Harum Sektor 22 untuk berkolaborasi membersihkan sungai. Ia menceritakan bagaimana Satgas Citarum Harum membersihkan sungai setiap hari. Namun, masalah sampah tidak ada habisnya.

“Sampah selalu muncul lagi di sore hari meskipun kita bersihkan di pagi hari. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan terus menerus dan yang tidak boleh kita lupakan adalah edukasi ke masyarakat agar semua memahami permasalahan yang terjadi dan merubah perilaku yang mencemari sungai,” ujar Ade. [ysn]