Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Mitos atau Fakta, Air Kelapa Bisa Perkuat Daya Tahan Tubuh?

Redaksi
×

Mitos atau Fakta, Air Kelapa Bisa Perkuat Daya Tahan Tubuh?

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO –Saat ini Indonesia tengah dihadapi musim kemarau dan gelombang kedua virus corona (SARS-CoV-2) dengan berbagai varian baru lainnya. Kondisi ini membuat kita berupaya ekstra dalam menjaga sistem kekebalan tubuh kita.

Dr. Jenna Macciochi, ahli imunologi dan penulis Immunity: The Science of Staying Well menulis bahwa sistem kekebalan tubuh kita adalah garis pertahanan pertama melawan infeksi dan penyakit.

“Meskipun secara ilmiah tidak ada cara untuk meningkatkan kekebalan Anda, ada perubahan gaya hidup tertentu yang dapat Anda terapkan untuk menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh—yang dapat merespon  infeksi dengan tepat dan menyembuhkan serta memperbaiki kerusakan yang mungkin terjadi dalam prosesnya,” tulis Dr. Jenna Macciochi. 

Salah satu alternatif gaya hidup yang semakin disukai masyarakat adalah dengan mengonsumsi air kelapa. Sebagai minuman yang telah dikonsumsi sejak dulu, air kelapa memang memiliki cita rasa yang enak dan menyegarkan.

Namun, apakah benar air kelapa dapat memperkuat daya tahan tubuh? Dalam berbagai penelitian menunjukkan air kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Mineral misalnya. Senyawa non – organik ini dibutukan oleh semua makhluk hidup.

Pakar farmakologi dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, MSc, SpFK menjelaskan khasiat utama air kelapa adalah mengatasi dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh.

“Tubuh yang kekurangan cairan dengan sendirinya menjadi tidak sehat. Kekurangan cairan otomatis akan menimbulkan masalah pada reaksi-reaksi kimia di semua sistem tubuh, termasuk sistem imun. Rasanya yang lezat dan menyegarkan, membuat air kelapa mudah diminum orang yang sedang sakit, otomatis cairan tubuhnya kembali dan mendorong pemulihannya. Hal ini mungkin yang menyebabkan orang menghubungkan air kelapa dengan kekebalan tubuh,” papar Prof. Tuti dalam siaran pers yang Barisan.co terima, Jakarta (19/08/2021).

Di dalam tubuh, air kelapa dan cairan tubuh lainnya menjadi bagian dari darah yang berfungsi membawa oksigen ke sel-sel tubuh dan diperlukan sistem kekebalan agar berfungsi dengan baik. Air juga berfungsi menghilangkan racun yang menumpuk dan berdampak negatif pada sistem tubuh termasuk imunitas.

Tak heran jika selama bertahun – tahun praktik pengobatan tradisional di seluruh negara menggunakan air kelapa, namun penggunaanya saja yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, air kelapa digunakan untuk mengatasi diare. Menurut Prof Tuti, praktik ini bisa tepat bila tujuannya mengganti cairan yang hilang.  

Ada juga yang mengonsumsinya saat demam. Praktik ini juga tepat karena salah satu cara menurunkan demam adalah rehidrasi atau mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

“Jangan sampai orang demam berada dalam kondisi dehidrasi, karena dehidrasi sendiri akan memperparah demam. Jadi berdasarkan local wisdom, ternyata air kelapa digunakan manfaatnya untuk mengatasi dehidrasi,” ungkap Prof. Tuti.

Minuman yang Baik Saat Berolahraga

Air kelapa merupakan minuman yang baik untuk memulihkan hidrasi dan mengisi kembali elektrolit yang hilang selama berolahraga. Elektrolit adalah mineral yang memainkan beberapa peran penting dalam tubuh Anda, termasuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat.

Beberapa elektrolit vital termasuk kalium, magnesium, natrium, dan kalsium yang semuanya merupakan kandungan air kelapa. Beberapa penelitian lainnya menemukan bahwa air kelapa mungkin lebih bermanfaat daripada minuman berenergi untuk mendapatkan cairan kembali setelah berolahraga.

Selain manis dan menghidrasi secara alami, air kelapa juga bisa melengkapi asupan beberapa nutrisi penting, termasuk mineral yang seringkali tidak dikonsumsi dalam kadar yang cukup. Sebesar 5 persen dari kandungan air kelapa merupakan sumber alami dari beberapa mineral penting.

Air kelapa isinya tentu tidak sama antara satu butir dengan lainnya, tetapi rata-rata isinya dapat diperkirakan sekitar 100 cc. Untuk per gelas 200 cc, kandungan karbohidratnya sekitar 7.5 gram/gelas, sedikit protein yaitu sekitar 1.5 – 2  gram/gelas dan sedikit lemak hanya 0.5 gram/gelas. Jumlah kandungan energinya 20-30 Kcal/100 cc atau 40-60 Kcal/gelas. 

“Selebihnya terdapat kandungan mineral alami berupa Kalium dengan kadar 5-13 persen dari kebutuhan perhari (Daily Value = DV) per gelas, Natrium dengan kadar 7-11 persen DV per gelas, Magnesium 7-14 persen DV per gelas, Mangan 7 persen DV per gelas, Kalsium dengan kadar 2-4 persen DV per gelas, lalu Selenium dan Zinc masing-masing kadarnya sekitar 1 persen DV per gelas. Selain itu, kadar Vitamin C sekitar 3 persen DV dan Vit B sekitar 1- 5 persen DV.

Persentase Daily Value (DV) adalah persentase jumlah nutrisi per ukuran saji (misal per gelas) jika dibandingkan dengan kebutuhan seseorang dalam sehari,” kata Prof. Tuti.

Air kelapa alami memiliki cita rasa sedikit manis yang halus dan menyegarkan. Ini juga cukup rendah kalori dan karbohidrat memang segar jika diminum langsung dari buahnya. Namun, jika tidak dapat mengisi lemari es dengan kelapa segar, kita bisa juga mengonsumsi air kelapa dalam kemasan.

Pastikan untuk membaca bahan-bahannya guna memverifikasi bahwa Anda mendapatkan air kelapa asli dan tidak mengandung tambahan gula atau bahan pengawet.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengonsumsi air kelapa dengan tepat?

Prof Tuti menambahkan tidak ada cara meminum secara khusus, tetapi mesti diingat bahwa meskipun berfungsi mengatasi dehidrasi, sebaiknya jangan sampai air kelapa digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan air dalam sehari (8-10 gelas).

 Jika diminum setiap hari sebaiknya dibatasi. “Secukupnya saja, misal satu-dua gelas, karena kandungan Kalium dapat menjadi masalah bila total Kalium di dalam tubuh kadarnya terlalu tinggi, karena zat ini akan didapat juga dari makanan. Kalium yang terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi jantung. Namun jangan khawatir, selama diminum tidak berlebihan, air kelapa tidak akan menimbulkan masalah kesehatan,” tutup Prof. Tuti lagi. []