Scroll untuk baca artikel
Terkini

Mulai Bosan di Rumah aja? Ini Kiat Aman Liburan dari Ketua Jakarta Tourism Forum

Redaksi
×

Mulai Bosan di Rumah aja? Ini Kiat Aman Liburan dari Ketua Jakarta Tourism Forum

Sebarkan artikel ini

Barisan.co – Kejenuhan dirasakan Rafif, remaja berusia 13 tahun. Selama terjadinya pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir, siswa SMP ini harus menghabiskan waktu di rumah, bahkan belajar di rumah, karena sekolah ditutup.

“Sudah bosan. Jenuh gitu, belajar terus di rumah. Belajar juga kurang mengerti. Bosan banget di rumah,” ungkap Rafif.

Ayah Rafif, Farhan memahami kebosanan anaknya. Ia lantas mengajak dua orang anaknya jalan-jalan ke Puncak Bogor pada liburan pekan lalu. Wisata alam dipilihnya sebab dirasa lebih aman dari penularan virus corona dibanding tempat keramaian lainnya.

Memang tak semua orang yang merasa bosan selama pandemi ini memilih jalan-jalan. Banyak juga yang tetap memilih menghabiskan waktu liburan di rumah saja untuk memutus rantai persebaran Covid-19.

Namun bagi Anda yang sudah bosan dan ingin berlibur, Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF) Salman Dianda Anwar memberikan tips aman liburan di masa pandemi ini. Menurutnya, paling penting adalah disiplin terhadap protokol kesehatan, terutama menerapkan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak aman atau menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan air mengalir.

Salman menilai, dengan disiplin menerapkan cara tersebut bisa memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Sehingga kita sebagai masyarakat sangat diwajibkan untuk berperilaku hidup sehat pada saat pandemi ini.

“Selaras dengan hal tersebut, maka pilihan jenis wisata pun menyesuaikan dengan kondisi pandemi covid-19. Secara umum, segenap stakeholder pariwisata (Hotel, restoran, pengelola tempat wisata, maskapai, transportasi dll) sudah mendapat info dan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas dan kegiatannya,” ujar Salman kepada barisan.co, Kamis (5/11).

“Standard CHSE (Clean, Healty, Safety and Environment) pun sudah dikeluarkan pihak otoritas sebagai standard.” Lanjut Salman.

Menurut Salman, langkah yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah (Pemda) saat liburan panjang lalu dengan cara melakukan test secara acak sangat penting. Karena yang memerlukan syarat pengecekan atau test cepat ataupun swab hanya pada transportasi umum, tetapi tidak pada kendaraan pribadi.

Seperti diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor melakukan rapid test corona pada 29 Oktober hingga 1 November 2020 ke sejumlah wisatawan di kawasan Puncak, hasilnya sebanyak 75 wisatawan dinyatakan reaktif.

Salman menganggap, langkah Pemda melakukan tes rapid seperti di Puncak Bogor itu dapat berfungsi untuk pengendalian Covid-19 lebih dini. Ia berharap, langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19 ini menjadi tekad dan dilaksanakan semua pihak bukan hanya pemerintah dan pelaku usaha, namun pihak masyarakatnya itu sendiri harus lebih ketat dan lebih disiplin dalam menjaga kesehatan. [rif]