Scroll untuk baca artikel
Blog

Otista, Bukan Sekadar Jalan

Redaksi
×

Otista, Bukan Sekadar Jalan

Sebarkan artikel ini

Tewas menjadi tumbal revolusi mungkin tak akan pernah disesali Oto Iskandar. Ini karena selagi masih hidup Oto Iskandar pernah menulis dalam koran Tjahaja yang dikelolanya, “Kalau Indonesia Merdeka boleh diteboes dengan djiwa seorang anak Indonesia, saja telah memadjoekan diri sebagai kandidat jang pertama oentoek pengorbanan ini.” (Kalau Indonesia merdeka boleh ditebus dengan jiwa seorang anak Indonesia, saya telah mengajukan diri sebagai kandidat yang pertama untuk pengorbanan itu).

Sore itu saya melintasi Jalan Otista di Kota Bogor yang memotong Sungai Ciliwung dan bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor. Saya hanya bisa membacakan Alfatihah.

Saya tahu itu tidak cukup dengan pengorbanan jiwanya. [rif]