Puisi

Pasar Johar – Puisi Eko Tunas

Eko Tunas
×

Pasar Johar – Puisi Eko Tunas

Sebarkan artikel ini
Pasar Johar Puisi Eko Tunas
Ilustrasi: ET

Pasar Johar puisi karya Eko Tunas; “Seorang veteran penyair duduk di. Angkringan sebagai gerbang kota. Lalu tangga sejarah tidak berubah.”

PASAR JOHAR

Seorang veteran penyair duduk di
Angkringan sebagai gerbang kota
Lalu tangga sejarah tidak berubah
Sejak Mataram Lama Dharmawangsa
Raja besar sayang hanya memerintah sebentar
Si veteran masih berani minum kopi galak

Ini kretek Indonesia kebanggaan Soekarno
Kepala-kepala ayam bicara tentang reformasi
Itu idee sang Dharma atas Bramarawilasita
Sebungkus nasi hanya tiga ribu rupiah
Mesti bersaing dengan selera kapitalisme
Pasar Johar berubah tapi tidak perempuannya

Tahu bacem dimakan pakai cabe rawit merah
Tidak ada tisu untuk losmen angkatan 1965
Para juru tembang mewedar cita-cita sang Arjuna
Kepanditaan, kesatriaan, kejujuran, membela yang lemah
Supaya desa mengenal kehidupan baru
Dan perang saudara pun berakhir pada kitab

Sudah bisa diduga sejak si veteran masih penyair
Perempuan itu mendadak menawari, pijat Mase…

Semarang 15 Januari 2022