Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pendidikan Lingkungan Ramah Anak di Perkotaan

Redaksi
×

Pendidikan Lingkungan Ramah Anak di Perkotaan

Sebarkan artikel ini

Pendidikan lingkungan ramah anak memancing anak untuk kaya akan rangsangan, kebebasan, berkreativitas dan menumbuhkan kesadaran lingkungan. Semuanya penanamannya berorientasi pada kebutuhan anak sebagai individu yang gemar bermain.

Kurikulum pendidikan lingkungan di rumah

Jika di sekolah kurikulum menjadi penting dalam semua kerangka pembelajaran yang berorientasi pada anak. Kurikulum pendidikan lingkungan tentu saja tidak secara langsung diterapkan dalam kurikulum sendiri. Sangat menunjang jika terdapat kurikulum lokal yang mendukungnya. Pendidikan lingkungan yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran misalnya sentra peran, sentra balok, sentra persiapan, sentra bahan alam, sentra seni dan kreativitas maupun sentra musik dan budaya.

Pembelajaran terintegrasi juga dapat di selenggarakan di rumah, dengan memperhatikan sentra-sentra tersebut. Misalnya sentra balok, bisa memanfaatkan batu, ranting, batang pohon maupun benda-benda lain di sekitar rumah. Sehingga anak bisa bebas menyusun balok tersebut sesuai imanjinasi anak.

Jika anak mengalami kebosanan di rumah, orang tua memiliki tugas untuk mengisi jiwa anak dengan hal lain seperti pembelajaran “field trip” yakni melakukan kunjungan. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya, cukup mengenalkan anak pada realitas sosial. Misalnya pergi ke taman, sawah, kebun binatang, maupun melihat saluran air.

Field trip sebagai bentuk pengenalan lingkungan sekitar, melalui alam anak belajar menggunakan dan memanfaatkan daun, membuat lipatan daun dan batang, daun anak bisa berpuisi, bernyanyi dan menggambar.

Bahkan jika kreatif metode pembelajaran game bahan alam bisa dimanfaatkan bermain dengan lumpur atau flaying fox diantara tanaman-tanaman sawah. Pengenalan penanaman pendidikan lingkungan hidup dapat berbentuk sederhana, visualisasi benda, menggunakan media pembelajaran memutar film yang bertema pentingnya menjaga dan merawat lingkungan.

Sebagai orang tua tentu harus memiliki ”sense of responbility”, sebab mereka dituntut untuk bersikap sabar dan ikhlas. Kenapa hal itu penting, karena pembelajaran pada anak harus ditanamkan secara berulang, bertahap dan konsisten serta berkelanjutan.

Menanamkan pola hidup sehat juga pengenalan terhadap arti penting lingkungan perlu memperhatikan kebutuhan dasar anak. Selain kebutuhan pembelajaran, hal yang terpenting, jangan sampai anak mengalami yang kurang enak pada dirinya seperti rasa takur, lapar maupun haus saat pembelajaran. Perhatian terhadap kebutuhan anak, diharapkan anak-anak dapat memahami akan pentingnya menghargai dan mencintai lingkungan hidup.