Kesehatan

Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Alfin Hidayat
×

Pengaruh Merokok Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Sebarkan artikel ini
Merokok
Photo by Marie Pankova on pexels.com

MEROKOK merupakan suatu kebiasaan yang mempunyai daya rusak cukup besar terhadap kesehatan. Menurut WHO, lingkungan yang terdapat asap rokok adalah penyebab berbagai jenis penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Ada banyak penyakit di tubuh seperti kanker paru paru, kanker kardiovaskuler, risiko terjadinya keganasan pada organ pernafasan seperti laring, esophagus, dan sebagainya, telah banyak diteliti dan menjangkiti baik pada perokok aktif maupun pasif.

Tetapi, kebiasaan merokok itu tidak serta merta dapat dihilangkan. Tidak hanya efek pada tubuh saja, tetapi merokok dapat menimbulkan efek pada gigi dan mulut. Merokok sendiri adalah proses membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya, baik menggunakan rokok batangan atau juga menggunakan pipa.

Komponen Rokok

Rokok merupakan gabungan dari banyak bahan kimia. Komponen gas dalam rokok terdiri dari karbonmonoksida, kardondioksida, hydrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen, dan senyawa hidrokarbon. Partikel dalam rokok terdiri dari tar, nikotin, benzantraccne, benzopiren, cadmium, fenol, indol, karbasol dan kresol. Zat zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker. Nikotin merupakan komponen yang paling banyak dijumpai dalam rokok.

Tar, nikotin dan karbonmonoksida merupakan tiga macam bahan kimia yang paling berbahaya dalam rokok. Tar merupakan kumpulan dari beribu ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogenik. Nikotin merupakan bahan yang bersifat toksik dan dapat menimbulkan ketergantungan psikis. Sedangkan gas karbonmonoksida dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah yang akan berpengaruh dalam sistem pertukaran hemoglobin.

Pengaruh Rokok terhadap Gigi

Terjadinya karies akar lebih tinggi pada perokok daripada dengan bukan perokok. Hubungan antara merokok dengan peningkatan angka kejadian karies gigi, berkaitan dengan penurunan fungsi air liur yang berperan sebagai pelindung gigi. Penelitian lain menunjukkan ada perbedaan kapasitas buffering air liur pada perokok maupun bukan perokok, yang juga berkaitan dengan risiko terjadinya karies gigi. Risiko terjadinya kehilangan gigi, juga tiga kali lipat lebih besar pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.

Pengaruh Rokok terhadap Rongga Mulut

 Para perokok memiliki skor plak dan karang gigi lebih besar dibandingkan dengan bukan perokok, artinya perokok memiliki oral hygiene yang lebih buruk dari pada bukan perokok. Oral hygiene yang buruk lama kelamaan akan menyebabkan penyakit periodontal. rokok dapat merusak jaringan gusi dengan cara mempengaruhi perlekatan dari tulang dan jaringan lunak ke gigi.

 Pada perokok aktif, sering timbul bau mulut (halitosis). Bau mulut ini tidak dapat diatasi dengan menyikat gigi atau menggunakan obat kumur. Selain itu merokok juga dapat menimbulkan kelainan kelainan rongga mulut misalnya pada lidah, penebalan menyeluruh bagian epitel mulut, mukosa mulut dan langit langit yang berupa stomatitis nikotin dan infeksi jamur. Kanker di dalam rongga mulut biasanya dimulai dengan adanya iritasi dari produk produk rokok yang dibakar dan diisap. Iritasi ini menimbulkan lesi putih yang tidak sakit.

Pencegahan

Bila pada perokok aktif, sebaiknya setiap enam bulan sekali harus kontrol kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi. Bila terdapat keluhan seperti gigi berlubang, karang gigi, kegoyangan gigi, dan sebagainya, harus segera diperiksakan ke dokter gigi untuk diberikan perawatan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *