Scroll untuk baca artikel
Blog

Produksi Ternak yang Tidak Menggembirakan

Redaksi
×

Produksi Ternak yang Tidak Menggembirakan

Sebarkan artikel ini

Produksi daging ayam ras pedaging cenderung terus meningkat selama tahun 2000-2019, sehingga mencapai puncaknya sebesar 3,50 juta ton pada tahun 2019. Produksinya menurun pada dua tahun berikutnya, dan hanya sebesar 3,19 juta ton pada tahun 2021. Bagaimanapun, produksi tahun 2021 ini masih menyumbang terbesar dalam total produksi daging, yakni sebesar 70,14%.

Produksi daging babi cenderung meningkat selama periode tahun 2000-2016. Dari sebesar 162,40 ribu ton pada tahun 2000 menjadi 339,61 ribu ton pada tahun 2016. Produksinya menurun pada tahun 2017 dan 2018, kemudian meningkat lagi pada tahun 2019 dan 2020. Kembali menurun pada tahun 2021, yang hanya sebesar 260,85 ribu ton.

Produksi telur secara umum dilaporkan terus meningkat. Peningkatan secara perlahan dialami pada tahun 2010-2017. Kenaikan yang signifikan terjadi pada tahun 2018. Kenaikan masih terjadi pada tahun 2019-2021, namun dengan laju yang lebih lambat.

Produksi telur pada tahun 2021 mencapai 5,89 juta ton. Terdiri dari: ayam ras petelur (5,16 juta ton), ayam buras (368,70 ribu ton), itik (313,84 ribu ton), itik manila (30,63 ribu ton), dan puyuh (24,27 ribu ton). 

Produksi susu yang dilaporkan secara rutin tiap tahun oleh Kementerian Pertanian hanya susu sapi. Produksi susu sapi cenderung meningkat pada tahun 2000-2011, hingga mencapai 974,69 ribu ton pada tahun 2011. Turun signifikan pada tahun 2012, kemudian naik lagi secara perlahan pada tahun 2013-2018, hingga mencapai 951 ribu ton pada tahun 2018. Cenderung stagnan bahkan sedikit turun selama tiga tahun berikutnya, hanya sebesar 946,39 ribu ton pada tahun 2021. 

Uraian di atas dan berbagai data terkini membuat penulis berkesimpulan bahwa produksi ternak Indonesia masih belum menggembirakan. Kondisinya belum mampu mendukung kecukupan pangan, apalagi ketahanan dan kemandirian pangan. Meskipun demikian, potensi sektor peternakan masih sangat besar dan dapat dikembangkan di masa mendatang. [rif]