Lingkungan

Realisasi EBT 2021 Tak Penuhi Target, Energi Primer Masih Didominasi Batu Bara

Avatar
×

Realisasi EBT 2021 Tak Penuhi Target, Energi Primer Masih Didominasi Batu Bara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: BIsnis.com/David E. Issetiabudi.

Perlu strategi percepatan untuk membuat porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) lebih optimal dalam bauran energi nasional.

BARISAN.CO Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengungkapkan, porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2021 mencapai 11,5 persen.

Persentase tersebut meleset dari target 2021 sebesar 14,5 persen, masih terpaut jauh dari target 2025 sebesar 23 persen, dan belum mengindikasikan optimisme untuk menuju target 2050 sebesar 31 persen.

Dadan Kusdiana mengatakan, salah satu penyebab melesetnya target EBT dalam bauran energi nasional adalah penambahan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. “Banyak PLTU yang dioperasikan.”

Batu bara masih mendominasi bauran energi sebesar 38 persen.

Lambatnya laju EBT juga dipengaruhi terhambatnya beberapa proyek pembangkit EBT. Sepanjang 2021, pemerintah hanya mampu menambah kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 654,76 megawatt. Padahal, targetnya 854,78 megawatt.

Dadan menyebut pemerintah sedang melakukan upaya percepatan agar EBT dapat memenuhi target.

Upaya tersebut antara lain lewat revisi Perpres Harga EBT, penerapan Permen ESDM PLTS Atap, mandatori bahan bakar nabati (BBN), serta pemberian insentif Fiskal dan Non Fiskal untuk EBT.

Pemerintah juga berencana memberi kemudahan perizinan berusaha dan mendorong demand ke arah energi listrik seperti kendaraan listrik dan kompor listrik.

Adapun untuk tahun 2022 ini, pemerintah telah menetapkan target bauran EBT sebesar 15,7 persen. Nantinya, kata dia, akan ada penambahan masif dari PLTS Atap 335 MW.

Salah satu pembangkit EBT yang akan beroperasi di 2022 adalah PLTS Terapung Cirata. PLTS ini berkapasitas 145 MW. Bila beroperasi, PLTS Terapung Cirata akan menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia. [dmr]