Scroll untuk baca artikel
Terkini

Strategi Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak

Redaksi
×

Strategi Mengatasi Temper Tantrum Pada Anak

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Pernahkah Anda melihat dan merasakan anak yang sering marah-marah, menangis dengan histeris dan menjerit-jerit ketika meminta sesuatu, hingga melukai diri sendiri atau merusak barang karena keinginannya tidak terpenuhi? Banyak orang tua khususnya ibu yang merasa kewalahan untuk memahami perilaku anak dan mencegahnya. Ya, hal demikian disebut dengan temper tantrum.

Temper Tantrum adalah suatu kondisi anak ketika ia meluapkan emosi yang meledak-ledak secara tidak stabil. Temper tantrum biasanya muncul pada anak usia 15 bulan hingga  6 tahun. 

Bentuk Perilaku tersebut dilakukan anak dengan tujuan untuk menyampaikan keinginannya dengan memberikan ancaman yang teekesan histeris. Hal ini supaya apa yang diinginkan anak dapat diberikan, dituruti maupun didapatkan. Tidak hanya keinginannya yang tidak terpenuhi, sikap rasa tidak senang dengan apa yang ia lakukan ataupun tidak senang dengan orang lain juga dapat menjadi pemicu anak mengalami temper tantrum.

Anak yang terbiasa memiliki pola hidup yang kurang teratur, seperti pola makan, pola tidur dan pola bermain yang tidak teratur akan memunculkan emosi-emosi yang tidak stabil dan menimbulkan temper tantrum. Selain itu, anak yang cenderung mudah tantrum dikarenakan adanya suasana hati yang lebih negatif, sulit beradaptasi, dan sensitif.

Situasi temper tantrum sering terjadi ketika anak berada di rumah seperti akan mandi, makan,atau saat bermain. Selain di rumah, anak mengalami tantrum di  rumah makan, tempat bermain atau pun supermarket.

Bentuk ekspresi temper tantrum pada tiap rentang usia anak terlihat berbeda, untuk anak dibawah 3 tahun mereka sering menangis, menggigit, memukul, menendang menjerit, melempar badan ke lantai, hingga membentur-benturkan kepala.

Pada usia 3-4 tahun perilaku tantrumnya ditambah dengan hentakan kaki, membanting pintum mengkritik dan merengek. Rentang usia 5 tahun ke atas perilakunya semakin meluas yaitu sering memaki, menyumpahkan sesuatu, meukul, memecahkan barang dengan sengaja serta mengancam.

Faktor penyebab

Ada beberapa faktor penyebab temper tantrum pada anak, diantara seperti ketidakmampuan anak mengungkapkan diri, terhalangnya keinginan anak untuk mendapatkan sesuatu, tidak terpenuhinya kebutuhan, pola asuh orang tua seperti terlalu memanjakan anak sehingga anak merasa berhak menerima apapun yang ia inginkan.

Orangtua yang mendidik anak dengan tidak konsisten juga bisa menyebabkan anak mudah mengalami tantrum. Dalam keadaan lapar atau dalam keadaan sakit dan stres serta merasa tidak aman juga dapat memicu perilaku tantrum pada anak. Semua hal tersebut menyebabkan anak menjadi frustrasi dan terungkap dalam bentuk tantrum.