Scroll untuk baca artikel
Blog

Surat Kepada Jokowi: Kasus Polisi Tembak Adalah Penghinaan Terhadap Rakyat

Redaksi
×

Surat Kepada Jokowi: Kasus Polisi Tembak Adalah Penghinaan Terhadap Rakyat

Sebarkan artikel ini

Surat Kepada Jokowi
KASUS POLISI TEMBAK ADALAH PENGHINAAN TERHADAP RAKYAT
(Kalau saya jadi Anda saya pecat Mahfud)

SUDAH hampir sebulan kasus polisi tembak belum juga terbuka. Ingat pesan Anda: buka sejujurnya lebar-lebar. Ibu J hingga kini memendam kesedihan, terus menangis dan belum bisa bicara. Sementara PC, isteri Sambo sebagai saksi utama, belum bisa diperiksa. Suami isteri itu adalah bos dari J, tapi tidak ada karangan bunga atau ucapan bela sungkawa bagi korban yang konon disayanginya.

Susno Duadji bilang, ini kasus biasa dan simpel, kalau bukan polisi dan jendral akan selesai satu hari. Sampai di sini terasa bagaimana Susno mewakili kejengkelan kita.

Ditambah Anda dikabarkan setiap hari menanyakan penyidikan kasus itu, itu sikap Anda sebagai Presiden mewakili suara rakyat. Tapi Mahfud berkata, ini bukan kasus biasa karena menyangkut psikologi dan politis kepolisian. Ini jelas penghinaan besar-besaran dan terang-terangan terhadap rakyat.

Jelas terbukti bahwa, hukum runcing ke bawah dan tumpul ke atas. Kasus tembak isteri tentara di Semarang dalam waktu empat hari terbuka terang benderang. Tak lain karena para eksekutornya ‘orang biasa’, dengan luka tembak di kaki masing-masing. Kasus mutilasi di Ungaran, dalam waktu kurang dari duapuluh empat jam tertangkap pelakunya.

Tapi ini, kasus polisi tembak, baru E yang dijadikan tersangka, seorang dengan kepangkatan terendah. Tersangka dengan pasal kira-kira sebagai pelaku yang membantu, artinya ada tokoh utama. Agak janggal proses penyidikan yang jadi berlarut. Sebab ini kasus pembunuhan yang terang benderang dan bisa dibaca oleh masyarakat.

Betapa bukan kasus terang benderang. TKP-nya jelas, korbannya jelas, pelakunya jelas, saksi-saksi jelas, cctv jelas, lingkungan RT/RW jelas. Apalagi?

Ada apa dengan kerja timsus, Komnas HAM dan lembaga lain yang dibayar mahal oleh rakyat? Sekarang bagi kami jadi jelas, negeri ini jadi kacau dan banyak konflik tanpa persoalan jelas, karena sebagai Presiden Anda tidak punya pembantu yang jelas.

Dari menteri hingga pejabat daerah, semuanya tidak bisa bekerja. Sampai di sini saya jadi pusing tujuh keliling, apakah kalau saya jadi Anda, saya akan memecat semuanya? Salam dari rakyat.***