Politik & Hukum

Tahlil dan Doa Satu Abad NU, Gus Yusuf: PKB adalah Anak Kandung NU

Lukni Maulana
×

Tahlil dan Doa Satu Abad NU, Gus Yusuf: PKB adalah Anak Kandung NU

Sebarkan artikel ini
Tahlil dan Doa Satu Abad NU
Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori

PKB dilahirkan oleh PBNU tujuannya adalah untuk ikut menjaga kelestarian ahlussunnah wal jamaah, menjaga kelestarian Nahdlatul Ulama

BARISAN.CO – Malam hari ini PKB Jawa Tengah ikut bersyukur mangayubagyo karena PKB adalah anak kandungnya Nahdlatul Ulama.

Demikian disampaikan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori dalam acara Tahlil dan Doa Satu Abad NU, di Halaman DPW PKB Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (31/1/2023).

Gus Yusuf, sapaan akrab KH M Yusuf Chudlori mengatakan seratus tahun tentu bukan usia yang pendek, usia yang panjang. NU bisa bertahan hingga satu abad itu insyallah ini menjadi petunjuk, bahwa Nahdlatul Ulama adalah jamiyah yang membawa berkah dan maslahat, jamiyah yang diridhoi oleh Allah Swt.

“PKB dilahirkan oleh PBNU tujuannya adalah untuk ikut menjaga kelestarian ahlussunnah wal jamaah, menjaga kelestarian Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Menurut Gus Yusuf, memang NU dan PKB tidak dapat pisah dari kebudayaan. NU dan PKB punya tanggung jawab untuk ikut uri-uri kabudayaan nuswantara.

“Maka setiap kegiatan kita tidak lupa, disamping kita doa, ziarah tahlilan nanti ada refleksi dan pagelaran seni dan budaya,” terangnya.

Ketua Umum DPP PKB, Muhaimain Iskandar mengatakan bersyukur sekali kita bisa menyaksikan satu abad Nahdlatul Ulama. Satu abad NU merupakan momentum yang sangat bersejarah, kita sebagai generasi yang dilahirkan dari seluruh perjalanan Nahdlatul Ulama sungguh sangat beruntung karena diberikan kesempatan untuk menikamti karya-karya besar Nadhltul Ulama.

“Berbagia khazanah mulai dari pemikiran, sistem hidup dan kehidupan berumah tangga, keluarga, masyarakat, keumatan, kebangsaan, negara, hubungan Islam dan negara . Selain itu juga Hubungan kebangsaan dan target-target kenegaraan ,” sambungnya dalam sambutannya secara virtual.

Muhaimain Iskandar menyampaikan sebagai politisi yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama seharusnya bersyukur karena latarbelakang NU yang kaya raya.

“Bersyukur, kita sebagai politisi yang lahir dari Nahdlatul Ulama adalah politisi-politisi yang memiliki latar belakang yang kaya raya, diawali gerakan yang  berjuang melalui jalur politik diplomasi komite hijaz,” tegasnya.

Muhaimin berharap pahala dan perjuangan politik Nahdlatul Ulama dapat memberikan keberkahan dan keberkahan telah dirasakan hingga sampai saat ini

“Semoga keberkahan melimpahi kita semua dan semoga pahala dari seluruh perjuangan politik kita mengalir keberkahan kepada seluruh syuhada, aulia, seluruh pendiri NU dan seluruh para pejuang hingga hari ini,” tutup Muhaimin.

Gelaran Tahlil dan Doa Satu Abad NU dihadiri ketua Syuriah PWNU Jawa Tengah, Ubaidillah Shodaqoh. Dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Santri oleh KI Haryosusilo Enthus Susmono, Tausyiah Abah Kirun dan pembacaan puisi Sosiawan Leak.