Testosteron Bermanfaat Tapi Picu Kanker Prostat

  • Whatsapp
Psikolog anak Kak Seto Mulyadi menderita kanker prostat. Ilustrasi: haibunda.com

BARISAN.CO – Beberapa hari lalu Psikolog Anak, Seto Mulyadi mengumumkan menderita kanker prostat. Ia  menjalani operasi biopsi pada Sabtu pagi (13/02). Pengumuman itu ia unggah di akun Instagram @kaksetosahabatanak.

Dari tindakan pengambilan sampel jaringan tubuh itu, Kak Seto akan mengetahui apakah sel kanker tersebut ganas atau tidak. Kak Seto sendiri mengaku akan menerima dengan ikhlas dan tabah, apapun hasilnya.

Usia Kak Seto saat ini telah memasuki 69 tahun. Pria lanjut usia memang rentan terkena kanker prostat. Seperti yang diungkapkan Dr. dr. Noorwati Sutandya Sp.PD (KHOM), dokter spesialis penyakit dalam, konsultan hematologi dan onkologi medik Mayapada Hospital Tanggerang (MHTG).

“Makin tua seseorang, semakin besar kemungkinan terkena kanker,” ungkapnya.

Faktor usia menjadi penyebab kanker yang tak bisa dihindari. Selain itu juga keturunan/genetik dan hormonal. Hormon-hormon yang bisa memicu kanker di antaranya estrogen, testosteron, progesteron, dan androgen.

Keempat hormon tersebut berperan dalam kesehatan reproduksi pria dan wanita. Hormon estrogen bisa menyebabkan wanita menstruasi, mengandung dan menyusui. Begitu juga dengan hormon testosteron pada pria memengaruhi seks sehingga bisa punya anak.

“Tapi jahatnya dia (estrogen dan testosteron) bisa bikin kanker,” kata Noorwati.

Menurut penelitian tingkat hormon estrogen yang tinggi dapat memicu kanker payudara pada perempuan. Begitu juga bila laki-laki kelebihan hormon testosteron memiliki kemungkinan terkena kanker prostat.

Peningkatan estrogen dan testosteron terjadi seiring peningkatan usia. Penyebabnya penurunan kadar testoteron yang tidak diikuti dengan naiknya kadar estrogen. Sehingga meningkatkan sensitivitas kelenjar prostat pada hormon testosteron.

Prostat adalah kelenjar berukuran buah kenari yang terletak di bawah kandung kemih pria. Fungsinya untuk memproduksi air mani dan menutrisi sperma. Peningkatan testosteron dapat memperbesar kelenjar prostat, juga mempercepat berkembangnya sel kanker.

Kanker prostat berkembang secara perlahan, namun agresif. Pada awal terkena kanker ini, penderita tidak merasakan apapun. Tapi saat sel kanker makin berkembang, kelenjar prostat akan meradang dan membuat penderita mengalami gangguan buang air kecil. Seperti sering buang air kecil, nyeri saat berkemih, dan terdapat darah pada air seni.

Untuk mencegah bangkitnya sel kanker karena hormon, kita bisa menerapkan hidup sehat. Dengan menghindari rokok, konsumsi makanan sehat tanpa bahan pengawet, dan berolahraga secara teratur.

“Konsumsi makanan yang jangan pakai pengawet. Hindari rokok, alkohol, dan dugem. Karena dugem bikin tidurnya tidak teratur. Siklus sel imunnya turun pasti,” papar Noorwati.

Ia juga menganjurkan kita untuk bisa kelola stres, menghindari kegemukan, dan memakai masker saat di perjalanan. Berkendara motor setiap hari akan berpeluang terpapar asap dari kendaraan lain.[]

Pos terkait